Mengenal Sejarah Peh Cun, Tradisi yang Berawal dari Kisah Qu Yuan
- 30 Jun 2026 06:29 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat — Tradisi Peh Cun yang diperingati setiap tanggal 5 bulan 5 kalender lunar Tionghoa memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan sosok Qu Yuan, seorang pujangga dan pejabat negara Chu di Tiongkok kuno. Tradisi ini hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat Tionghoa, termasuk di Bangka Belitung.
Warga Tionghoa Bangka, Ko Ahyau, mengatakan Peh Cun merupakan perayaan yang diwariskan secara turun-temurun untuk mengenang kesetiaan dan pengorbanan Qu Yuan.
“Qu Yuan dikenal sebagai pejabat yang setia kepada negaranya. Karena kecewa melihat kondisi negaranya saat itu, ia akhirnya menceburkan diri ke sungai,” ujarnya dalam acara Begaya di Pro4 RRI Sungailiat, Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Ko Ahyau, masyarakat yang menyayangi Qu Yuan berusaha mencari dan menyelamatkannya dengan menggunakan perahu. Mereka juga melemparkan makanan ke sungai agar ikan tidak mengganggu jasad Qu Yuan.
Sementara itu, Ko Ahyung, warga Tionghoa lainnya, menjelaskan dari peristiwa tersebut kemudian lahir sejumlah tradisi yang masih dikenal hingga sekarang, seperti perlombaan perahu naga dan pembuatan bakcang.
“Bakcang yang dibuat saat Peh Cun melambangkan makanan yang dahulu dilemparkan ke sungai sebagai bentuk penghormatan kepada Qu Yuan,” katanya.
Ia menambahkan, seiring perkembangan zaman, Peh Cun tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan keluarga dan melestarikan budaya leluhur.
Di Bangka Belitung, tradisi Peh Cun masih dirayakan oleh masyarakat Tionghoa melalui berbagai kegiatan, mulai dari membuat bakcang, berkumpul bersama keluarga, hingga mengenalkan sejarah Peh Cun kepada generasi muda agar nilai-nilai budaya tersebut tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....