Warga Desa Rambat Lakukan Tradisi "Ceriak Taber Laot"

  • 28 Jun 2026 20:12 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka Barat - Warga Desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip lakukan tradisi "Ceriak Taber Laot", di Pantai Batu Keranji, Minggu, 28 Juni 2026.

Tradisi Taber Laot di Desa Rambat, merupakan upacara sedekah adat tahunan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut serta ritual tolak bala.

"Tradisi ini juga mengandung nilai luhur berupa keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bangka Barat yang harus terus dijaga. Taber Laot bukan sekadar tradisi, tetapi warisan budaya yang mengajarkan rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kelestarian alam," kata Bupati Bangka Barat, Markus, dalam keterangan yang diterima RRI.

Menurut Markus, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berkomitmen mendukung pelestarian tradisi tersebut. Salah satunya dengan memasukkan Taber Laot ke dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Tahun 2025–2029 sebagai kategori ritus yang wajib dilestarikan.

"Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Bangka Barat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memfasilitasi penyelenggaraan Sedekah Adat Taber Laot tahun 2026 dengan alokasi anggaran sebesar Rp40 juta," ungkapnya.

Sementara, warga Desa Rambat, Mahdi mengaku bangga bahwa desanya bisa menjaga tradisi Taber Laot dengan baik secara turun-temurun. Menjaga tradisi baginya juga melaksanakan petuah orang tua.

"Petuah orang tua kita dahulu agar generasi sekarang bisa merawat budaya, alhamdulillah kita dirambat ini sudah puluhan tahun melaksanakan tradisi Taber Laot ini dengan penuh rasa syukur dan ikhlas," ucap Mahdi. (Ril)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....