Basel Miliki Kekayaan Intelektual Komunal Terbanyak di Bangka Belitung

  • 15 Mei 2026 23:15 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka Selatan - Kabupaten Bangka Selatan memiliki Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) terbanyak di Kepulauan Bangka Belitung, yakni sebanyak 39 item. Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) yang tercatat mencakup karya budaya komunal, pengetahuan tradisional, sumber daya genetik, hingga indikasi asal khas daerah.

"39 Kekayaan Intelektual Komunal itu jumlah terbanyak di Kepulauan Bangka Belitung,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, dalam keterangan yang diterima RRI, Jum'at, 15 Juni 2026.

Menurut Anshori, pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal ini merupakan bentuk perlindungan terhadap warisan budaya yang dimiliki masyarakat Bangka Selatan.

"Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah” ujar Anshori.

Sementara, salah seorang warga Toboali Hamsari berharap Pemkab Bangka Selatan terus menggali berbagai potensi budaya daerah untuk selanjutnya diusulkan dalam pencatatan KIK.

"Melalui pencatatan KIK ini kami berharap seluruh warisan budaya dan potensi lokal daerah dapat terus lestari, kebudayaan Bangka Selatan yang kaya ini harus dikenal orang luar,” harapnya.

Adapun KIK Bangka Selatan yang tercatat pada kategori Ekspresi Budaya Tradisional tercatat sejumlah seni dan tradisi khas daerah seperti Tari Gajah Manunggang, Tari Tigel, Kawin Herdek, Tari Nganten Herdek, Telo’ Seroja, Beraben Gasing, Kelintang Kaki, Mandi Besimbur, Pakaian Adat Sikapur Sirih, Pakaian Adat Lang Betedung, Pakaian Adat Punggawa, Hikuk Helawang, Lagu Gajah Menunggang, dan Lagu Tigel.

Sementara pada kategori Pengetahuan Tradisional terdapat kuliner khas daerah seperti Kue Bolu Kuci, Belacan Habang, Bongkol, Lakso, Lempah Kuning, Mie Kuah Ikan, Sindeng, serta Pekasem Teritip.

Untuk kategori Sumber Daya Genetik, Bangka Selatan juga memiliki berbagai varietas lokal unggulan seperti Bigo Oren, Bigo Pungu, Pelem Lepar, Alpukat Roro, Bigo Ngutih, Bigo Ning, Bigo Ungu Dake, Bigo Ungu Dale, Tempalak Mirah, Tempalak Budu, Tempalak Punggor, Padi Kepal Wangi, Padi Pak Raden, Kelik Sulong, dan Bebiuuu.

Terakhir pada kategori Indikasi Asal, terdapat dua produk khas daerah yang telah tercatat, yakni Kue Badak Pulau Lepar dan Bubur Jabak Desa Irat. (Rilis)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....