Kelekak Budaya Bangka Gelar Bedah Novel Karuhun Karya Tien Rostini

  • 10 Mei 2026 15:23 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Kelekak Budaya Bangka menggelar kegiatan bedah novel Karuhun karya Tien Rostini di Aula SMA Negeri 1 Sungailiat. Kegiatan literasi yang digelar pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 tersebut diikuti oleh para guru, dosen, pegiat sastra, dan masyarakat umum sebagai upaya meningkatkan minat baca serta apresiasi terhadap karya sastra Indonesia.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan menghadirkan Ira Esmiralda sebagai pemantik diskusi serta Inayah Khoiriti, S.Pd. sebagai moderator. Selain itu, dua narasumber yakni Dwi Oktarina, S.S., M.Hum. dan Pupung Damayanti, M.Sn. turut membahas isi novel yang mengangkat nilai budaya, sejarah leluhur, dan kehidupan sosial masyarakat.

Ketua Komunitas Kelekak Budaya Bangka, Ira Esmiralda, mengatakan diskusi buku ini yang ketiga kali diselenggarakan oleh Kelekak Budaya Bangka. Sebelum acara inti dimulai, peserta disuguhkan penampilan anak – anak anggota Komunitas Lira Lebah yang merupakan bagian dari Kelekak Budaya Bangka.

“Ini adalah ketiga kalinya kegiatan bedah buku yang dilakukan oleh Komunitas Kelekak Budaya Bangka, saya sangat apresiasi sekali apalagi acara diselingi oleh penampilan lucu anak – anak yang merupakan bagian dari komunitas ini,” ujarnya saat ditemui tim RRI Sungailiat pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Peserta kegiatan tampak antusias mengikuti jalannya diskusi. Selain bedah isi novel, acara juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif dan pembacaan kutipan novel oleh anggota komunitas.

Ira berharap kegiatan literasi seperti ini bisa rutin dilaksanakan setiap bulan, guna menumbuhkan budaya membaca dan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sastra Indonesia.

Sementara itu, narasumber Dwi Oktarina menilai novel karya Tien Rostini tersebut memiliki kekuatan pada penggambaran budaya dan konflik batin tokoh yang mampu menarik minat pembaca.

“Novel ini bukan hanya menghadirkan cerita, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai kehidupan, terutama pentingnya memahami akar budaya dan hubungan antar generasi,” katanya.

Lebih lanjut Dwi berharap para pecinta novel bukan hanya menjadikan novel sebagai hiburan, tapi juga pembelajaran untuk memahami sekitar.

“Harapan untuk para pecinta novel adalah untuk terus membaca, tidak hanya menikmati novel sebagai hiburan, tetapi juga menjadikan cerita sebagai ruang refleksi untuk memahami kehidupan di sekitar kita,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....