Pasar Gedebage Bandung: Simbol Resiliensi dan Identitas Budaya

  • 30 Apr 2026 21:16 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Pasar Gedebage di Kota Bandung berdiri sebagai pusat kegiatan ekonomi sekaligus entitas budaya yang merefleksikan identitas masyarakat Jawa Barat. Kawasan ini terbagi menjadi dua sektor vital, yakni Pasar Induk sebagai jantung distribusi logistik pangan dan Pasar Cimol yang merupakan surga pakaian bekas (thrifting) terbesar di Bandung.

Hal tersebut dikatakan Uday sebagai pengisi acara dalam program Etnis Tatar Pasundan di RRI Pro 4 Sungailiat. Gedebage menjalankan manfaat sosial budaya sebagai ruang publik yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Pasar ini juga menyimpan nilai sejarah kolektif yang kuat.

"Nama 'Cimol' atau Cibadak Mall adalah bukti sejarah adaptasi pedagang sejak tahun 1990-an. Meskipun sering dilanda tantangan alam seperti banjir, resiliensi komunitas di sini menjadi contoh nyata bagaimana kekuatan sosial budaya mampu menopang stabilitas ekonomi lokal," ujar Uday. Selasa, 28 April 2026.

Dalam interaktif pendengar, Sari, seorang warga perantau yang sudah lama menetap di Bangka, mengaku terus memantau perkembangan Gedebage melalui media sosial dan jaringan komunitas.

"Dulu saat saya masih di Bandung, belanja pakaian bekas dianggap stigma sosialnya negatif. Namun sekarang, informasinya sudah bergeser menjadi nilai baru yaitu sustainable fashion atau gaya hidup ramah lingkungan," ungkap Sari melalui sambungan telepon.

Sebagai perantau, ia berharap kearifan lokal dalam bertransaksi tetap terjaga. Namun, ia juga memberikan catatan kritis mengenai kontradiksi antara tren penyelamatan lingkungan melalui pakaian bekas dengan pengelolaan sampah pasar yang harus lebih optimal.

Sari menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar budaya tawar-menawar yang hangat tetap lestari di lingkungan pasar yang bersih dan tertata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....