Gubernur Babel Hadiri Maras Taun dan Halal Bihalal di Belitung

  • 05 Apr 2026 22:30 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Gubernur Babel menghadiri kegiatan silaturahmi di Belitung.

RRI.CO.ID, Pangkalpinang— Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani menghadiri kegiatan adat Maras Taun yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal dalam suasana Idulfitri 1447 H/2026 M di kediaman Dukun Ulim, Desa Lassar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Minggu 5 April 2026.

Gubernur Hidayat Arsani menyampaikan Maras Taun merupakan simbol kuat kebersamaan, gotong royong, serta nilai-nilai spiritual dan sosial yang hidup di tengah masyarakat.

“Maras Taun ini memiliki nilai spiritual sebagai bentuk rasa syukur dan harapan masyarakat kepada Allah SWT, sekaligus cerminan kearifan lokal yang harus terus kita lestarikan,” kata Hidayat.

Ia mengapresiasi Forum Kedukunan Adat Belitong (FKAB) yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Belitung dan Belitung Timur sehingga tercipta kehidupan yang rukun, aman, dan harmonis.

"Saya bangga dapat hadir dan beramah tamah di tengah-tengah masyarakat terutama dengan para dukun kampung se Pulau Belitung. Tugas kita bersama adalah menjaga desa, jangan sampai ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” ujarnya.

Memasuki hampir 12 bulan masa kepemimpinannya sebagai Gubernur Babel, ia mengakui selama menjabat masih banyak kekurangan yang harus diselesaikan demi kemajuan daerah.

“Saya sebagai Gubernur Babel, jika ada salah mohon dimaafkan. Mari kita katakan Indonesia bersatu, Babel bersatu, dan semua dukun bersatu, untuk Babel aman dan sejahtera,” katanya.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan terus memberikan dukungan terhadap pelestarian nilai-nilai budaya dan tradisi daerah sebagai upaya memperkuat jati diri sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua FKAB (Forum Kedukunan Adat Belitung), Muktie Maharip menuturkan ritual Maras Taun merupakan tradisi turun-temurun yang harus terus dijaga sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat.

“Ini acara rutin kami tiap tahun, syukuran atau selamat kampung. Kami meneruskan adat budaya zaman dulu dan akan terus kami pelihara untuk menjaga keharmonisan,” kata Muktie.

Ia menjelaskan, keberadaan Forum Kedukunan Adat Belitung menjadi wadah pemersatu para dukun kampung untuk memastikan tradisi tersebut tidak hilang ditelan zaman.

“Keberadaan persatuan dukun Belitung ini untuk menjaga jangan sampai adat istiadat kita hilang. Kita menghargai dan menghormati mereka, walaupun mereka tidak ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muktie menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Maras Taun juga sejalan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat, sehingga tetap relevan dalam kehidupan modern serta menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya daerah.(Rilis/Vera/RRI).

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....