Warga Tionghoa Rayakan Cheng Beng di TPU Sentosa Pangkalpinang

  • 05 Apr 2026 20:37 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Perayaan Cheng Beng atau sembahyang kubur dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum Sentosa, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sejak Minggu subuh, warga mulai berdatangan di kawasan pemakaman, untuk melakukan prosesi sembahyang, sampai dengan waktu matahari terbit.

Di lokasi makam keluarga atau leluhur, warga memanjatkan doa, dan juga membawa lilin, dupa, serta berbagai sajian di makam. Sajian terdiri dari berbagai jenis buah, daging, dan kelengkapan lainnya dihadirkan di atas makam.

Salah seorang warga asal Tangerang, Luna, mengatakan, setiap tahun ia selalu menyiapkan waktu untuk merayakan sembahyang kubur di makam ayahnya. Tidak hanya untuk mengunjungi pemakaman, momen Cheng Beng juga dimanfaatkan untuk mudik dan berkumpul bersama keluarga besar.

"Jadi memang selain untuk menghormati yang sudah meninggal, juga acara kumpul keluarga," kata Luna.

Budayawan dan sejarawan Bangka Belitung, Akhmad Elvian, yang ikut hadir ke lokasi TPU Sentosa, mengatakan, tradisi Cheng Beng telah berlangsung sejak lama dan dipertahankan warga Tionghoa, serta digelar di kompleks pemakaman terbesar di Asia Tenggara itu. Diperkirakan ada sekitar tiga belas ribu lebih makam di TPU Sentosa, di lahan seluas dua puluh ribu hektare yang menjadi lokasi perayaan sembahyang kubur.

"Wilayah (makam) sekitarnya juga mereka bersihkan dan rapikan. Nah itu disebut dengan Cheng (artinya) membersihkan. Nah puncaknya itu Beng, Beng itu artinya terang (fajar)," jelas Elvian.

Perayaan Cheng Beng ke depan diharapkan dapat terus dipertahankan. Tidak hanya menjadi prosesi keagamaan, tetapi juga menjadi salah satu kekayaan budaya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....