Rukok Sertong Warisan Herbal Khas Bangka Terjaga
- 05 Apr 2026 15:22 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID,Sungailiat - Tradisi lokal kembali mencuri perhatian dalam gelaran Keleka Rimba Experience di Bangka Tengah. Salah satu yang menarik perhatian peserta adalah rukok sertong, rokok herbal khas masyarakat Bangka yang sarat nilai budaya dan dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Agung, salah satu peserta kegiatan tersebut, mengaku baru pertama kali mencoba rukok sertong. Ia merasakan perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan rokok biasa yang dijual di pasaran, baik dari segi rasa maupun sensasi yang ditimbulkan.
“Rukok sertong memiliki cita rasa yang lebih ringan dan aroma khas alami.”,Ujarnya. Pengalaman tersebut menjadi hal baru sekaligus menambah wawasan tentang kekayaan tradisi lokal yang masih bertahan hingga saat ini.
Pemandu wisata dari Bangka Ethnic Universe, Mustari, menjelaskan bahwa rukok sertong bukan sekadar rokok biasa. Produk ini telah lama digunakan oleh masyarakat sebagai alternatif pengobatan tradisional untuk berbagai keluhan kesehatan.

“Beberapa manfaat yang dipercaya dari rukok sertong, di antaranya membantu meredakan penyakit sertung atau polip, mengurangi sesak napas, mengatasi gusi bengkak, sakit gigi, bersin akut seperti flu, hingga sariawan.”,Ungkapnya.
Namun demikian, Mustari menegaskan bahwa produksi rukok sertong saat ini semakin terbatas. Hanya segelintir orang yang masih mempertahankan keahlian membuatnya secara tradisional.
| Baca juga: Basel Gali Potensi Budaya agar Tercatat KIK |
Salah satu perajin yang masih menjaga warisan ini adalah Bik Mi, generasi ketiga setelah Nek Yot dan Fatimah. Keahlian meracik rukok sertong tidak dipelajari melalui buku, melainkan diwariskan secara turun-temurun melalui praktik langsung dan ingatan keluarga.
Sementara itu, seorang pendengar Panji, menyampaikan harapannya agar rukok sertong tetap dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Ia juga berharap adanya dukungan dari berbagai pihak agar tradisi ini tidak hilang di tengah arus modernisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....