Ceng Beng, Ritual Hormati Leluhur di Pemakaman Sentosa Pangkalpinang

  • 05 Apr 2026 14:56 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Pemakaman Sentosa Pangkalpinang sarat dengan warga etnis Tionghoa yang melakukan prosesi doa di makam para leluhurnya pada hari H Ceng Beng, Minggu, 5 April 2026. Ceng Beng atau Sembahyang Kubur merupakan tradisi tahunan bagi masyarakat Tionghoa

Menurut Budayawan Akhmad Elvian, Ceng Beng memang tradisi yang sudah cukup lama dilakukan oleh masyarakat Tionghoa. Mereka melakukan ritual untuk menghormati leluhurnya di pemakaman.

"Ceng itu membersihkan, nah puncaknya itu Beng, artinya terang. Menjelang fajar, mereka sudah berdatangan ke makam melakukan ritual penghormatan pada leluhur," kata Elvian kepada reporter RRI Taufan Libero, Minggu, 5 April 2026.

Tradisi tahunan itu, Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mengungkapkan antusiasme masyarakat menyambut tradisi Ceng Beng sangat meriah. Ia mengucapkan terima kasih kepada warga Tionghoa yang telah mudik ke Babel untuk menghormati dan mendoakan para leluhur mereka.

“Melalui event ini, saya berharap Makam Sentosa yang memiliki luas hampir 40 hektar dan menjadi salah satu pemakaman Tionghoa terbesar di Asia Tenggara bisa terdaftar sebagai destinasi pariwisata,” kata Saparudin, ketika menyaksikan Festival Kampung Bintang kemarin Malam.

Walikota Sapparudin mengakui selama perayaan Ceng Beng berlangsung aman dan terjalin toleransi. Situasi itu pun tampak aman dan penuh persaudaraan saat berlangsungnya Festival Kampung Bintang 3 - 5 April 2026.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani (tengah) didampingi Wali Kota Pangkalpinang, Sapparudin (batik merah), Rudianto Tjen (hem putih) di Festival Kampung Bintang, Sabtu malam, 4 April 2026 (Foto: Malvin/Adpim Babel)

Keberlangsungan Festival Kampung Bintang juga dihadiri Anggota Komisi I DPR RI asal Babel Rudianto Tjen. Ia mengatakan perayaan Ceng Beng bukan hanya sekedar perayaan, melainkan dirancang Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang sebagai sarana hiburan dan untuk mempererat silaturahmi antar seluruh lapisan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi keharmonisan masyarakat Babel ini. Selain Festival ini, kita juga akan mengadakan perayaan untuk hari besar agama lain seperti Maulid Nabi dan Isra’ Mi’raj sehingga umat beragama mendapatkan momen perhatian yang sama dari pemerintah," katanya. (Sumber: Rilis Biro Adpim Babel)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....