Pelestari Dambus Tanah Merah Menjaga Tradisi lewat Udara

  • 28 Mar 2026 23:35 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Suasana studio RRI Pro 4 Sungailiat mendadak haru saat alunan dambus menembus udara melalui sambungan telepon dalam program Serumpun Sebalai, Sabtu malam 28 Maret 2026. Salah satu pendengar setia, Amat asal Tanah Merah, Bangka Tengah, melantunkan musik dambus favoritnya sebagai bukti kesetiaan menjaga warisan leluhur.

Di balik petikan senar dambus yang terdengar lewat udara tersebut, tersimpan kisah pilu tentang sebuah kelompok musik pelestari yang kian menyusut. Amat menceritakan bahwa dahulu ia memiliki tim dambus dengan formasi lengkap.

"Dulu kami punya tim enam orang, tapi teman-teman seperjuangan saya sudah meninggal dunia semua. Sekarang tinggal tersisa dua orang saja; saya dan satu teman lagi yang masih memainkan dambus seperti malam ini," ujar Amat melalui sambungan telepon.

Meskipun tampil tanpa rekan-rekan lamanya, Amat memilih membawakan lagu "Aliun Sayang" untuk mengobati kerinduan para pendengar akan musik asli Bangka. Penampilan ini memicu gelombang pesan masuk dari pendengar yang merasa tergerak oleh dedikasi sang pelestari. Salah satunya datang dari Budi, warga Koba, yang memberikan apresiasinya.

"Mendengar lagu 'Aliun Sayang' dari Pak Amat tadi, saya merasa bangga sekaligus sedih. Semangat beliau luar biasa, meski kehilangan teman setim, beliau tetap konsisten berbagi musik lewat udara. Ini contoh nyata pelestari budaya kita yang harus terus didukung," ujar Budi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....