Warga Membudayakan Daur Ulang Air Limbah Domestik guna Menghemat Air
- 28 Mar 2026 22:28 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Praktik daur ulang air limbah domestik kini menjadi budaya baru yang cerdas bagi masyarakat di Kabupaten Bangka dalam menghadapi musim kemarau. Memanfaatkan air bekas cucian beras (air leri) hingga sisa bilasan pakaian dinilai sebagai langkah mitigasi mandiri yang efektif untuk menghemat stok air bersih di dalam tanah.
Selain menjaga debit sumur gali, kandungan organik dalam air bekas dapur tersebut juga bermanfaat sebagai pupuk alami bagi tanaman warga.
"Sayang kalau air cucian beras langsung dibuang ke selokan, lebih baik saya tampung untuk siram cabai dan bunga di pot," ujar Fatma, warga Desa Air Ruai, saat berbagi cerita di program Ngupi Pagi RRI, Sabtu,28 Maret 2026.
Langkah sederhana ini mulai konsisten dilakukan seiring menyusutnya debit air sumur warga. Fatma mengaku, dengan memanfaatkan air bekas dapur, ia tidak perlu lagi menyedot air sumur berkali-kali hanya untuk urusan kebun.
Hal serupa juga dilakukan oleh Joni, warga Parit Padang. Ia memilih memanfaatkan air bekas cucian baju, terutama pada bilasan terakhir, untuk meredam debu yang mulai beterbangan di depan kediamannya.
"Halaman depan rumah mulai berdebu kalau siang karena panas terik. Jadi, air bekas cucian dapur dan bilasan baju saya pakai siram tanah supaya tidak gersang," ujar Joni.
Menurutnya, cara ini efektif menurunkan suhu udara di sekitar teras rumah meski cuaca sedang panas. Budaya hemat air ini perlu dilakukan masyarakat di Kabupaten Bangka sebagai langkah mitigasi krisis air bersih yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....