Membendung 'Limbah Budaya' di tengah Derasnya Arus Informasi

  • 04 Mar 2026 12:15 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang masif saat ini berimbas pada begitu mudahnya budaya asing masuk ke Indonesia, dan itu harus mampu dibendung agar budaya lokal terlindungi.

Budayawan dan Sejarawan Bangka Belitung, Dato' Akhmad Elvian, DPMP, CECH, mengibaratkan kondisi ini sebagai banjir deras informasi dan budaya.

“Banjir itu kan membawa limbah, membawa sampah, jadi yang dibawa ya sampah dan limbah budaya. Dan ironinya selama ini kan banyak yang menganggap budaya asing itu superior, hebat, sementara budaya sendiri jadi inferior, termarjinalkan,” katanya kepada RRI di Pangkalpinang, Rabu, 4 Maret 2026.

Menurutnya, arus banjir informasi dan budaya tersebut harus dibendung. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan memperkuat budaya lokal dan nasonal.

“Jadi sampah budaya akibat banjir derasnya informasi itu yang harus kita jaga, dengan cara memperkuat budaya lokal atau nasional, kristalisasi nilai-nilai budaya luhur yang terkandung dalam Pancasila lah yang harus kita perkuat,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk era abad ke depan banyak sekali kompetensi dan kecakapan hidup yang harus ditanamkan pada generasi penerus bangsa. Kesemuanya itu merupakan cara yang bisa dilakukan agar arus informasi dan budaya asing dapat terfilterisasi dengan baik.

“Seperti kecakapan berpikir kritis, kecakapan memecahkan masalah, kecakapan komunikasi, kecakapan berinovasi, ide-ide dan gagasan baru yang berlandaskan budaya,” imbuhnya.

Sementara salah seorang mahasiswi Universitas Bangka Belitung, Inggrid Trinita, mengakku pesatnya kemajuan iptek dan teknologi informasi dewasa ini kian mengkhawatirkan. Setiap individu menurutnya mau tak mau harus bisa adaptif dengan kondisi tersebut jika tidak ingin terjerumus ke hal-hal negatif.

“Makin hari makin gila sih perkembangan teknologi informasi ya, kita harus bisa memfilter mana yang baik dan tidak, ya harus adaptasi dengan keadaan. Karena informasi makin deras masuk dari mana saja, kadang-kadang sumbernya pun tidak jelas lagi, semua jadi sumir, bahaya kalau kita tidak bijak,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....