Tabligh Akbar Masjid Agung, Muhammad Zen Ajak Jemaah Teladani Kesabaran Nabi
- 27 Agt 2026 11:15 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw 1448 Hijriah di Masjid Agung Sungailiat berlangsung khidmat dan meriah, Rabu malam, 26 Agustus 2026.
Mengangkat tema “Meneladani Akhlak Nabi untuk Membangun Negeri”, pengurus Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Lebak, Banten, KH. Muhammad Zen menyampaikan salah satu teladan terbesar dari Rasulullah Saw adalah kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian dan perlakuan tidak baik dari orang lain.
Ia menceritakan bagaimana Rasulullah Saw tetap menunjukkan akhlak yang mulia meskipun mendapat perlakuan buruk dari orang-orang di sekitarnya. Kesabaran Nabi, menurutnya, menjadi contoh penting bagi umat Islam agar tidak membalas keburukan dengan keburukan.
“Nabi mau salat, Nabi diludahi. Tetapi Nabi tetap sabar. Walaupun ada orang yang tidak baik, beliau tetap menunjukkan kebaikan yang luar biasa,” kata KH. Muhammad Zen.
Menurutnya, sikap Rasulullah Saw menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh bagaimana orang lain memperlakukannya, tetapi bagaimana ia mampu menjaga akhlak dan mengendalikan diri ketika menghadapi persoalan.
KH. Muhammad Zen mengingatkan jamaah agar momentum peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kesabaran, tutur kata yang baik, sikap saling menghormati dan kesediaan memaafkan menjadi bagian dari akhlak Rasulullah yang perlu terus ditanamkan dalam kehidupan umat.
Sementara Bupati Bangka H. Fery Insani mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Kabupaten Bangka telah menjadi tradisi yang dirayakan dengan penuh semangat dan kebersamaan.
Fery juga menyoroti tradisi Nganggung Sepintu Sedulang, yakni tradisi masyarakat membawa dulang berisi makanan ke masjid untuk kemudian disantap bersama setelah doa. Menurutnya, tradisi ini memiliki nilai gotong royong dan mempererat silaturahmi antarmasyarakat.
“Di Kabupaten Bangka, peringatan Maulid Nabi Muhammad dirayakan dengan meriah. Ini menjadi tradisi yang penuh keberkahan dan kebersamaan,” ujar Fery.
Ia berharap tradisi positif tersebut terus dilestarikan sekaligus diisi dengan pengamalan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah Saw.
Melalui peringatan Maulid Nabi 1448 H ini, jamaah diharapkan tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah Saw, tetapi juga semakin terdorong untuk menerapkan kesabaran, kasih sayang, persaudaraan dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....