Seluas 334,63 hektar Karhutla di Babel sepanjang 2026

  • 19 Agt 2026 17:19 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat ada 335,63 hektar luasan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Babel sepanjang 2026 ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Babel, Amransyah Muslimin, mengatakan, data itu didapatkan berdasarkan catatan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI melalui situs SiPongi Kemenhut.

“Di Bangka Belitung ini tercatat paling luas Bangka Barat yakni 209,98 hektar, kemudian Bangka Selatan 34,60 hektar dan Bangka 34,10 hektar, sementara paling rendah di Belitung Timur ada 6,11 hektar,” ujar Amransyah, Rabu 19 Agustus 2026.

Amran menghimbau, kepada masyarakat untuk menjaga api, agar jangan sampai menyebar, terutama di kawasan hutan. Bagi yang hendak membuka lahan, untuk tidak dengan cara membakar serta untuk tidak membuang putung rokok sembarangan.

“Dan kepada masyarakat yang telah melihat titik-titik api, untuk menginformasikan kepada pihak-pihak terkait untuk segera minta penanganan,” ujarnya.

Selain itu, di musim panas ini untuk selalu menghemat air, dan segera memadamkan api yang ada di sekitar, apalagi khususnya di daerah hutan jika ada kejadian kebakaran.

“Mungkin himbauan itu saya harap kepada pemerintah desa, teman-teman tapak di KPH, untuk juga memantau, ya, sekecil apapun api untuk segera dipadamkan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat sebanyak 34 kejadian kebakaran hutan dan lahan terjadi sepanjang Agustus 2026 ini. Dari hasil pemetaan, potensi kerawanan tertinggi berada di kawasan barat serta daerah selatan Pulau Bangka.

Plt Kepala BPBD Babel, Agus Afandi, mengatakan, titik-titik lokasi kebakaran mayoritas berada di area perkebunan warga, bukan di kawasan perkotaan. Bahkan, beberapa lokasi tercatat mengalami kejadian berulang.

"Titiknya kebanyakan di daerah barat dan bagian bawah, rata-rata di wilayah perkebunan. Diduga ini akibat aktivitas pembukaan lahan," ujar Agus, Selasa 11 Agustus 2026.

Agus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pasalnya, keterbatasan personil serta armada pemadam kebakaran di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi akan menyulitkan proses pemadaman jika api meluas.

"Jangan membiasakan membuka lahan dengan cara membakar karena saat ini kondisi sulit dikendalikan. Jangan sampai niat membuka lahan justru menimbulkan bencana bagi daerah kita," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....