PWI Bangka Serukan Insan Pers Berani Suarakan Kebenaran
- 17 Agt 2026 12:15 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi insan pers untuk terus memperkuat peran jurnalistik dalam menyuarakan kebenaran dan mengawal demokrasi.
Wartawan atau insan pers dapat terus berkarya dengan menjunjung tinggi kebenaran, independensi, serta kode etik jurnalistik.
Menyikapi semangat kemerdekaan peringatan HUT ke-81 RI, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangka periode 2025–2028, Ardam menegaskan tulisan seorang wartawan boleh tajam dan kritis, namun harus tetap berpijak pada fakta serta kebenaran.
“Di usia Indonesia yang semakin matang, profesi jurnalistik bukan sekadar mencatat sejarah, melainkan menjaga arah kompas bangsa ini,” ujar Ardam, Senin 17 Agustus 2026.
Ditegaskan Ardam, pers memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, insan pers diharapkan mampu menjalankan tugas secara merdeka, berani menyuarakan kebenaran dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai kepentingan.
Ardam juga mengingatkan bahwa setiap profesi memiliki risiko masing-masing. Namun, risiko tersebut harus disikapi secara dewasa dengan tetap berpegang pada aturan dan prinsip-prinsip jurnalistik.
“Pers yang merdeka adalah pers yang berperan dan berani menyuarakan kebenaran tanpa rasa takut. Setiap profesi mempunyai risiko masing-masing, tetapi kita harus dewasa dalam menyikapi hal itu,” katanya.
Di tengah arus informasi yang semakin kompleks, Ardam meminta wartawan semakin cermat dalam melakukan verifikasi terhadap setiap informasi sebelum disajikan kepada masyarakat.
Menurutnya, wartawan harus mampu menempatkan diri dengan baik, terutama dalam membedakan informasi yang mengandung hoaks dengan berita yang benar-benar dibutuhkan oleh publik.
“Harapan saya, profesi jurnalistik di hari kemerdekaan ini benar-benar merdeka dalam menulis, tetap menjaga independensi di tengah arus informasi yang semakin kompleks. Kawan-kawan wartawan harus bisa menempatkan diri, mana berita hoaks dan mana berita yang memang dibutuhkan publik,” ujarnya.
“Jadikan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik sebagai bahan dasar dalam menjalankan profesi. Dedikasikan karya tulis kita, gunakan setiap tulisan dan liputan kamera untuk mengawal demokrasi berdasarkan Pancasila. Teruslah berkarya, insan pers di manapun kita berada,” ujarnya.
Sementara pendengar RRI Zulfaizar menyebutkan, insan pers memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial kebijakan pemerintah.
“Makanya perlu insan pers yang berani, dan media yang memang pro terhadap rakyat, jangan hanya menyampaikan program pemerintah yang baik saja, tetapi juga kritikan perlu disampaikan,” kata Zulfaizar.
Dirinya mendukung, Kemerdekaan RI juga menjadi momentum bagi insan pers merdeka menuliskan informasi yang terpercaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....