Harganas: Pentingnya Gerakan "Ayah Wajib Hadir" di Era Digital
- 29 Jun 2026 23:04 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 menjadi momentum memperkuat ketahanan keluarga dari ancaman fenomena "fatherless" di era digital. Tema "Ayah Wajib Hadir" digulirkan untuk menyelamatkan komunikasi rumah tangga dari gawai.
Isu itu mencuat dalam dialog interaktif "Babel Nauli" Pro4 RRI Sungailiat, Senin, 29 Juni 2026.
Pendengar bernama Eta mengeluhkan ego digital mengikis peran ayah di rumah. "Tantangan terbesar keluarga sekarang adalah gawai. Kita duduk bersama di ruang tamu, tetapi sibuk dengan layar sendiri. Momentum 'Ayah Wajib Hadir' harus jadi tamparan agar ayah meletakkan gawai dan hadir untuk anak," ujar Eta.
Pendengar lain, Bara, menyebut kehadiran emosional ayah adalah kunci melindungi anak. "Keluarga adalah benteng pertama anak. Jika fondasi rapuh karena ayah tidak hadir secara psikologis dan komunikasi macet akibat gawai, anak akan kehilangan arah," ungkap Bara.
Gerakan "Ayah Wajib Hadir" memiliki keterkaitan sejarah dengan 29 Juni 1949, saat para pejuang kembali ke keluarga. Jika dulu berjuang di medan perang, kini ayah berjuang hadir fisik dan psikologis di rumah.
Sejak pencanangan KB 1970 hingga Harganas ditetapkan 1993, misi nasional kini menekankan peran berimbang ayah dalam pengasuhan untuk menekan stunting dan menyiapkan generasi tangguh menuju Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....