Bupati Bangka Minta Pendaki Lapor BKSDA usai Insiden di Bukit Maras
- 29 Jun 2026 13:49 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Bangka - Bupati Bangka Fery Insani meminta seluruh pendaki dan pengunjung wisata alam untuk wajib lapor sebelum melakukan aktivitas pendakian. Hal itu menyusul insiden pendaki yang tersesat di kawasan Bukit Maras.
Imbauan disampaikan sebagai bentuk evaluasi dari peristiwa yang sempat membuat tim gabungan dan relawan melakukan pencarian terhadap beberapa pendaki yang terpisah dari rombongan saat menjelajahi kawasan bukit tersebut. Beruntung, seluruh pendaki yang sempat tersesat berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah proses pencarian dilakukan.
Fery menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan tim yang terlibat dalam upaya evakuasi di lapangan. Ia menegaskan bahwa koordinasi dan pelaporan sebelum pendakian sangat penting untuk meminimalisasi risiko kejadian serupa di masa mendatang.
“Kami bersyukur semua sudah ditemukan dalam keadaan selamat. Terima kasih kepada relawan yang telah membantu proses pencarian,” ujarnya, Senin, 29 Juni 2026.
Ia juga menekankan, setiap aktivitas pendakian harus mengikuti prosedur yang berlaku, termasuk pelaporan kepada pihak terkait seperti BKSDA.
“Ini penting untuk memudahkan pemantauan serta mempercepat respons jika terjadi keadaan darurat di kawasan hutan atau pegunungan,” ucap Fery.
Pemerintah daerah berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat, khususnya para pecinta alam, agar selalu mengutamakan keselamatan, mempersiapkan diri dengan baik, serta mematuhi aturan sebelum memasuki kawasan wisata alam.
Sementara Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan keberhasilan operasi pencarian tidak terlepas dari strategi pembagian personel menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir jalur pendakian secara intensif sepanjang malam.
"Para tim membagi kekuatan menjadi tiga SRU begitu tiba di lokasi pada Minggu malam pukul 22.56 WIB. Penelusuran dilakukan secara maraton melewati tiga posko pendakian hingga akhirnya tim SAR Gabungan yang dibantu warga berhasil menemukan keempat korban menjelang subuh," ujar Mikel.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi penemuan, tiga remaja mengalami kelelahan setelah semalaman berada di kawasan perbukitan. Sementara satu korban lainnya mengalami cedera pada kaki kanan sehingga memerlukan penanganan khusus saat proses evakuasi.
Tim SAR kemudian mengevakuasi tiga korban yang mengalami kelelahan menuju Posko Air Terjun Maruyan. Adapun korban yang mengalami cedera dievakuasi pada pukul 06.30 WIB dan langsung dibawa ke Puskesmas Riau Silip untuk mendapatkan perawatan medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....