MTHQ Puding Besar Resmi Buka Perguruan Tinggi 'SETAIKSA'
- 21 Jun 2026 16:56 WIB
- Sungailiat
Poin Utama
- Pondok Pesantren Mahad Tahfizul Qur'an (MTHQ) Puding Besar akan melebarkan sayap ke jenjang pendidikan tinggi.
RRI.CO.ID, Bangka-Pondok Pesantren Ma’had Tahfidz Hidayatul Qur'an (MTHQ) Puding Besar akan melebarkan sayap ke jenjang pendidikan tinggi. Mulai tahun 2026 ini, MTHQ resmi membuka pendaftaran bagi mahasiswa baru untuk Perguruan Tinggi keagamaan formal mereka sendiri.
Perguruan tinggi baru tersebut diberi nama Sekolah Tinggi Agama Islam, Al-Qur'an dan Sains MTHQ, atau yang disingkat dengan SETAIKSA. Kehadiran perguruan tinggi ini juga sebagai komitmen untuk mencetak dan menjaga generasi penghafal Al-Qur'an.
Pimpinan Pondok Pesantren MTHQ Puding Besar, KH Masyhuri, mengatakan, pendirian SETAIKSA didasari oleh kekhawatiran pihak pondok dan wali santri terhadap kualitas hafalan para alumni tingkat SMA yang melanjutkan studi di luar lingkungan pesantren.
"Ketika keluar dari MTHQ, kebanyakan dari mereka ada yang stagnan hafalannya, tidak berkembang, bahkan ada juga yang berkurang. Kami memahami lingkungan di luar tidak mudah untuk menjaga Al-Qur'an," kata Masyhuri, Minggu 21 Juni 2026.
Melihat fenomena tersebut, pihak pengurus beserta para akademisi berinisiatif mendirikan perguruan tinggi lokal agar para alumni tetap berada di lingkungan yang mendukung program tahfiz mereka. Melalui SETAIKSA, para mahasiswa diharapkan bisa menyeimbangkan antara kuliah, mengabdi (mengajar), sekaligus memelihara hafalan mereka.
Meski tujuan utamanya adalah mengakomodasi para alumni pondok, SETAIKSA juga terbuka bagi calon mahasiswa dari luar MTHQ.
Bagi mahasiswa umum yang masuk, pihak kampus sangat berharap mereka dapat membaur dalam ekosistem pondok, seperti ikut menghafal Al-Qur'an dan memperdalam bahasa Arab, walaupun hal tersebut tidak bersifat wajib sebagaimana yang diterapkan kepada alumni internal MTHQ.
Untuk kesiapan akademik di tahun pertama ini, SETAIKSA meluncurkan dua program studi (Prodi) dengan pemenuhan kuota dosen yang memadai, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI) Diperkuat oleh 6 orang dosen. Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) diperkuat oleh 6 orang dosen.
"Secara persyaratan, jumlah tenaga pendidik saat ini sudah cukup dan terpenuhi. Namun ke depan, jika kondisi dan perkembangan kampus memerlukan penambahan, insya Allah kita akan tambah lagi," katanya.
Mengenai lokasi perkuliahan untuk tahun akademik 2026 ini, operasional kampus SETAIKSA sementara waktu akan memanfaatkan fasilitas gedung yang sudah tersedia di area kompleks Pondok Pesantren MTHQ Puding Besar.
Kendati demikian, pihak yayasan telah menyiapkan rencana ekspansi infrastruktur yang matang untuk masa depan. MTHQ diketahui sudah mengantongi aset lahan seluas kurang lebih 3 hektare yang terletak di area belakang pondok, yang nantinya diproyeksikan khusus untuk pembangunan kawasan kampus utama SETAIKSA.
Dengan dibukanya pendaftaran tahun ini, SETAIKSA diharapkan mampu menjadi wadah strategis dalam mencetak sarjana-sarjana muslim yang tidak hanya unggul secara sains dan akademik, namun juga kokoh secara spiritual sebagai penjaga kalamullah.
Sementara itu, sejumlah wisudawan MTHQ ini rencananya akan mengabdi di Ponpes sekaligus melanjutkan kuliah. Hal itu seperti diakui oleh wisudawan tahfidz, Salah satu Wisudawan Tahfidz 30 juz, Muhammad Iqbal Ar-royan.
“Rencananya mau mengabdi satu tahun, setelah itu mau ngelanjut kuliah. Pengen ngambil jurusan teknologi,” kata Iqbal.
Senada dengan itu, wisudawati 30 juz lainnyq, Nadzifa Aprilia berencana akan mengabdi di pondok pesantren MTHQ kemudian melanjutkan kuliah untuk meraih cita-cita sebagai dokter.
“Cita-cita saya sejak lama, saya ingin menjadi seorang dokter. Saya mengabdi dulu setahun di MTHQ,” ujar Nadzifa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....