MTHQ Puding Besar Cetak Ratusan Penghafal Al-Quran

  • 21 Jun 2026 13:55 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • MTHQ Puding Besar kembali cetak generasi Qurani

RRI.CO.ID, Bangka- Pondok Pesantren Ma’had Tahfidz Hidayatul Quran (MTHQ) Puding Besar Kecamatan Puding Besar, Bangka menyelenggarakan Haflah Akhirus Sanah, Tasyakuran Tahfidz dan Pelepasan Kelas Akhir pada Minggu 21 Juni 2026.

Pada tahun ini sebanyak 166 Wisudawan/Wisudawati Tahfidz dan 105 Wisudawan/Wisudawati Kelulusan kelas akhir. Dengan rincian wisudawan Tahfidz ada 48 wisudawan dan wisudawati Tahfidz ada 118, sehingga total keseluruhan sebanyak 166 wisudawan/wisudawati.

Sementara itu untuk total Wisudawan Kelulusan sebanyak 44 Wisudawan dan Wisudawati Kelulusan ada 61 orang, dengan totoal keseluruhan sebabyak 105 Wisudawan/Wisudawati.

Pimpinan Pondok Pesantren MTHQ Puding Besar, KH Masyhuri mengatakan, selama 13 tahun berdiri, pesantren ini telah istikamah menjadi wadah pencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya berilmu atau faqih fid-din, tetapi juga berakhlakul karimah.

“Di hari yang berbahagia ini, kebahagiaan kita terasa lengkap dengan diselenggarakannya wisuda tahfiz. Menghafal Al-Qur'an bukanlah hal yang mudah. Diperlukan kesabaran, ketekunan, pengorbanan,” kata Masyhuri dalam sambutannya.

Oleh karena itu, ia mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan hafalannya dari kelipatan 5, 10, 15, hingga 30 juz.

Menurut dia, dapat menghafal Al-Quran itu bukan semata-mata karena faktor kecerdasan. Akan tetapi sukses menghafal Al-Qur'an itu sangat tergantung kepada seberapa besar niat dan cinta kepada Al-Quran.

“Dan seberapa sering interaksi kita dengan Al-Qur'an tersebut. Tidak sedikit pelajar MTHQ yang tadinya adalah seorang anak yang berprestasi di sekolahnya, tetapi ketika masuk MTHQ, dia mendapatkan dirinya merasa kesulitan untuk menghafal Al-Qur'an. Oleh karena itu, bukan faktor kecerdasan yang menjadikan anak-anakku, kita semua, mampu untuk menghafal Al-Qur'an, tetapi seberapa besar cinta dan kedekatan kita kepada Al-Qur'an tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, para penghafal Al-Quran telah dijanjikan oleh Nabi Muhammad yakni satu kemuliaan berupa mahkota di akhirat kelak yang akan disematkan di atas kepalamu (penghafal Al-Quran) dan di atas kepala kedua orang tuamu.

“Dan itu merupakan anugerah yang besar, yang sangat dicemburui oleh penduduk surga.

Namun wahai anak-anakku sekalian, pencapaian hari ini bukanlah titik akhir hubungan kita dengan Al-Qur'an. Ini justru menjadi langkah awal bagi kita untuk menjaga hafalan tersebut dan mengamalkan nilai-nilai rahmatan lil 'alamin dalam kehidupan sehari-hari kita,” ujarnya.

Salah satu Wisudawan Tahfidz 30 juz, Muhammad Iqbal Ar-royan mengaku senang bisa membanggakan orang tua, bisa membanggakan guru-guru yang ada di pondok dengan menuntaskan hafalan tersebut.

“Bisa menunjukkan sama kawan kalau menghafal Al-Quran itu bukan tentang siapa yang pintar, siapa yang mampu. Namun siapa yang bisa bersabar, berjuang, hingga bertahan sampai titik akhir,” ujar Iqbal.

Menurut Iqbal, motivasi dalam menghafal Al-Quran yakni mencari rida Allah, ingin menjadikan Al-Quran sebagai pedoman jalan hidup dan bisa membanggakan orang tua di dunia dan di akhirat.

“(Rencana) lelanjut kuliah. Pengen ngambil jurusan teknologi. (Dukungan orang tua) biasanya orang tua itu setiap bulan, setiap kunjungan, selalu nekenin setoran, murajaah, jangan sampai lupa. Jangan terlalu banyak main dengan kawan. Tekan dulu rasa pengen main, rasa malas-malasan. Karena menghafal Al-Qur'an itu kata orang tua, enggak bisa kalau cuman modal baring di bantal,” kata Iqbal menuntaskan hafalan 2,5 tahun ini.

Senada dengan itu, wisudawati 30 juz lainnyq, Nadzifa Aprilia mengaku bersyukur sebagai anak punya suatu hal yang bisa membuat orang tuanya bangga dengan menghafal 30 juz Al-Quran.

“Menghafal Al-Quran menurut saya sebuah bakti untuk orang tua saya, karena saya pun sadar saya sebagai anak tidak akan bisa membalas jasa mereka berdua,” ujar Nadzifa.

Bagi Nadzifa motivasi dalam menghafal yakni mengejar rida Allah, membuat orang tua bangga, serta membalas jasa mereka walaupun tahu semua itu tidak akan terbalas.

“Tapi bagaimanapun juga saya ingin ada satu hal yang membuat saya bisa berbakti pada mereka. (Cita-cita) Cita-cita saya sejak lama, saya ingin menjadi seorang dokter.

Berikut rincian wisuda tahfidz, total Wisudawan berjumlah 48 santri, terdiri dari:

Kategori 5 juz: 26 santri

Kategori 10 juz : 12 santri

Kategori 15 juz: 3 santri

Kategori 20 juz : 5 santri

Kategori 25 juz: 1 santri

Kategori 30 juz: 1 santri

Total Wisudawati berjumlah 118 santriwati, terdiri dari:

Kategori 5 juz: 56 santriwati

Kategori 10 juz: 18 santriwati

Kategori 15 juz: 22 santriwati

Kategori 20 juz: 11 santriwati

Kategori 25 juz: 1 santriwati

Kategori 30 juz: 10 santriwati

Total Keseluruhan : 166 Wisudawan/Wisudawati

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....