Gunakan Varietas Inpari 32, Petani Kerakas Bidik Hasil Panen Maksimal

  • 31 Mei 2026 21:57 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bateng - Petani di Desa Kerakas, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) mulai melakukan penanaman padi sawah menggunakan varietas unggul Inpari 32 sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan meraih hasil panen yang maksimal.

Koordinator Penyuluhan Sungaiselan, Ashari, mengatakan varietas Inpari 32 dipilih karena dinilai cocok dengan kondisi areal persawahan di wilayah Sungaiselan. Selain memiliki potensi hasil yang tinggi, varietas tersebut juga dikenal tahan terhadap beberapa jenis hama dan penyakit tanaman.

Inpari 32 ini memang cenderung cocok untuk areal persawahan kita. Terlebih lagi benih ini sendiri kita disediakan oleh BRMP Bangka Belitung," ujar Ashari, kepada RRI, Minggu, 31 Mei 2026.

Menurutnya, penggunaan benih unggul menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan hasil produksi padi.

Namun demikian, keberhasilan panen juga harus didukung dengan penerapan teknik budidaya yang baik mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemupukan hingga perawatan tanaman.

Pemilik lahan, Yanto, mengaku optimistis penggunaan varietas Inpari 32 dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan musim tanam sebelumnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh sekaligus penyemangat bagi petani lain untuk terus mengembangkan usaha tani padi sawah.

Yanto mengakui kondisi lahan sawah di wilayahnya membutuhkan usaha ekstra dalam proses pengolahan. Meski demikian, ia meyakini kerja keras petani akan membuahkan hasil apabila didukung benih yang berkualitas serta pendampingan dari penyuluh pertanian.

"Semoga ini menjadi pemacu petani ke depannya, terlebih kondisi sawah kita ini membutuhkan usaha ekstra untuk mengolahnya. Dengan sumber daya yang ada saat ini kita harus optimis untuk mencapai panen yang semaksimal mungkin," katanya.

Melalui kolaborasi antara petani, penyuluh, dan pemerintah, pengembangan budidaya padi sawah di Desa Kerakas diharapkan terus berkembang sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketersediaan pangan di daerah.

Kegiatan tanam padi tersebut dilaksanakan di lahan milik Yanto seluas dua hektar dan merupakan bagian dari gerakan tanam padi sawah yang terus digalakkan untuk mendukung ketahanan pangan serta program swasembada pangan nasional.

Penanaman melibatkan petani setempat, penyuluh pertanian, dan instansi terkait yang bersama-sama turun ke lapangan guna memastikan proses budidaya berjalan sesuai anjuran teknis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....