Tim SAR Gabungan Cari Pemancing Jatuh di Perairan Selat Karimata
- 17 Mei 2026 21:49 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Pos SAR Belitung bersama tim gabungan melakukan pencarian terhadap seorang pemancing bernama Haris Sukhatno alias Heru (44), warga Desa Jangkang, Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur yang dilaporkan jatuh dan hilang di perairan Selat Karimata, Minggu, 17 Mei 2026.
Danpos SAR Belitung, Indra Prasta mengatakan korban dilaporkan jatuh saat berada di sekitar perairan Selat Karimata. Setelah menerima laporan, tim SAR langsung berkoordinasi dengan aparat setempat dan pihak keluarga untuk memastikan lokasi kejadian.
“Sekitar pukul 15.00 WIB kami langsung bergerak menuju lokasi kejadian perkara untuk melakukan pencarian. Saat ini tim masih berada di LKP dan terus melakukan penyisiran,” ujar Indra.
Dalam operasi pencarian tersebut, Pos SAR Belitung mengerahkan sejumlah peralatan utama SAR, termasuk satu unit kapal nelayan untuk menyisir area laut di sekitar lokasi korban dilaporkan hilang. Selain itu, tim juga membawa kendaraan darat berupa satu unit Rescue Car Type 2 dan satu unit Rescue Car Carrier guna mendukung mobilisasi personel dan perlengkapan.
“Peralatan yang kami bawa juga meliputi perangkat internet satelit Starlink, peralatan komunikasi serta perlengkapan medis untuk menunjang operasional posko lapangan di tengah laut,” katanya.
Rekan satu rombongan korban, Wahyu mengatakan rombongan pemancing tersebut berjumlah 13 orang yang terdiri dari 11 pemancing, satu kapten kapal dan satu anak buah kapal (ABK). Menurut Wahyu, peristiwa itu terjadi sesaat setelah rombongan tiba di titik lokasi pemancingan sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu seluruh pemancing sedang sibuk mempersiapkan alat pancing masing-masing.
“Waktu itu kami baru sampai di titik pemancingan. Kawan-kawan sedang sibuk merakit pancing dan menyiapkan umpan,” ujar Wahyu saat ditemui di Posko Pelabuhan ASDP Manggar.
Ia menjelaskan, korban diduga berpindah dari bagian depan kapal menuju belakang kapal tanpa disadari rekan-rekannya. Tidak lama kemudian terdengar suara teriakan sebelum korban terlihat sudah jatuh ke laut.
“Kami sempat mencari sekitar satu setengah jam, tapi tidak ketemu. Di lokasi juga tidak ada sinyal, jadi kami sambil perjalanan pulang mencari jaringan untuk menghubungi Basarnas,” ucapnya.
Wahyu berharap korban dapat segera ditemukan oleh tim SAR meskipun kondisi di lapangan cukup berat. Ia juga berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di laut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....