Allah Memperhatikan Hati Setiap Hamba-Nya

  • 06 Mei 2026 22:16 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Ustaz Choiruman menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat dua unsur utama, yakni jasad dan hati. Jasad, kata dia, menjadi penilaian manusia secara lahiriah, sementara hati merupakan pusat penilaian Allah. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar umat tidak hanya sibuk memperindah penampilan fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi batin.

“Sering kali manusia sibuk memperbaiki penampilan luar, namun lupa memperbaiki hati, padahal hati adalah tempat pandangan Allah,” ujar Ustaz Choiruman.

Dalam program acara “Hikmah Pagi” PRO 4 RRI Sungailiat, Ustaz Choiruman mengajak para pendengar untuk senantiasa memperbaiki hati sebagai kunci utama meraih nilai di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rabu, 6 Mei 2026, pagi.

Dalam penjelasannya, Ustaz Choiruman mencontohkan bahwa amal baik seperti sedekah belum tentu bernilai di sisi Allah jika tidak dilandasi keikhlasan. Sebaliknya, amal sederhana dapat menjadi mulia jika dilakukan dengan niat yang tulus. Ia juga menyinggung kisah sahabat Nabi, Bilal bin Rabah, yang meskipun memiliki keterbatasan secara fisik, namun mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah karena ketulusan hatinya.

Ia juga mengutip pandangan ulama, yakni Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, yang menegaskan pentingnya memusatkan perhatian pada urusan hati dan batin. Hal ini diperkuat dengan hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam yang menyatakan bahwa Allah tidak melihat rupa dan harta, melainkan hati dan niat seseorang.

Salah satu pendengar PRO 4, Ina menyampaikan bahwa tausiyah tersebut sangat menyentuh dan relevan dengan kehidupan saat ini. Ia mengaku sering kali lalai dalam menjaga niat dan kebersihan hati.

“Saya jadi tersadar bahwa selama ini mungkin banyak hal yang saya lakukan hanya untuk dilihat orang lain, bukan karena Allah. Ceramah ini mengingatkan saya untuk lebih ikhlas,” ujar Ina.

Sementara itu, pendengar lainnya Nana menilai bahwa tema tentang hati sangat penting, terutama di tengah kehidupan modern yang penuh dengan godaan dan tekanan sosial.

“Kadang kita mudah iri melihat kehidupan orang lain di media sosial. Dengan tausiyah ini, saya jadi lebih memahami pentingnya menjaga hati agar tetap tenang dan bersyukur,” ujar Nana.

Di akhir tausiyah, Ustaz Choiruman mengajak seluruh pendengar untuk menjadikan perbaikan hati sebagai prioritas dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hati yang baik akan melahirkan perbuatan yang baik, sedangkan hati yang buruk akan berdampak pada perilaku yang tidak baik, meskipun tampak secara lahiriah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....