Gerakan SIGORO Hidupkan Budaya Gotong Royong

  • 29 Apr 2026 07:18 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang – Warga Pangkalpinang masih mempersoalkan sampah yang menjadi tantangan di Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang. Tumpukan sampah di pinggir jalan, selokan tersumbat, hingga rumput liar yang tak terkendali masih menjadi pemandangan sehari-hari warga.

Pemerintah Kota Pangkalpinang mendorong setiap kecamatan menghadirkan solusi nyata dengan menginisiasi Program SIGORO (Sistem Integrasi Gotong Royong) yang digagas Camat Pangkal Balam, Purnawarman, dan diresmikan Wali Kota Pangkalpinang pada Selasa (14/4). Program ini bertujuan menghidupkan kembali budaya gotong royong secara rutin dan terstruktur di lima kelurahan.

“SIGORO bukan sekadar kegiatan gotong royong, tetapi sistem yang mengintegrasikan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin dan berkelanjutan,” jelas Purnawarman.

Melalui program SIGORO, kegiatan gotong royong dilaksanakan secara rutin setiap minggu, yakni pada hari Kamis atau Jumat, secara serentak di seluruh kelurahan di Kecamatan Pangkal Balam. Warga bersama pemerintah dan berbagai unsur turun langsung membersihkan lingkungan, mulai dari selokan, rumput liar, hingga pengangkutan sampah.

“Sekarang gotong royong jadi lebih teratur karena sudah terjadwal dan dilakukan serentak di seluruh kelurahan, jadi hasilnya juga lebih terasa,” ungkap Robby, salah satu warga.

Dalam pelaksanaannya, program ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal Pangkal Balam. Dukungan tersebut berupa penyediaan sarana penunjang kegiatan seperti satu unit mesin pemotong rumput gendong (brush cutter) serta kerja sama lainnya guna menunjang pelaksanaan gotong royong di lingkungan warga.

Bagi masyarakat, dampak program ini mulai dirasakan secara nyata. Lingkungan yang sebelumnya kumuh kini berangsur bersih dan tertata, selokan kembali lancar, serta ruang hidup menjadi lebih nyaman. Selain itu, SIGORO juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menghidupkan kembali nilai kebersamaan yang sempat memudar.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami melihat program ini tidak hanya tentang kebersihan, tetapi juga membangun kebersamaan. Melalui dukungan yang diberikan, kami berharap dapat memperkuat upaya masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Rusminto.

Program SIGORO sejalan dengan komitmen dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta Tujuan 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....