Pagelaran Budaya Bintet Perkuat Kolaborasi dan Kebersamaan Desa

  • 22 Apr 2026 21:59 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka - Desa Bintet, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka menggelar Pagelaran Budaya “Titang Tue Doa Sekampung” pada Minggu (19/04) yang berlangsung sukses, meriah, dan penuh antusiasme masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa budaya masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat desa.

Pagelaran budaya tersebut tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, budayawan, dan organisasi kepemudaan. Kehadiran warga dari berbagai wilayah, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan berbasis kearifan lokal.

Selain masyarakat umum, acara ini juga dihadiri berbagai unsur penting, seperti Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan pemerintah kabupaten dan provinsi, hingga perwakilan DPR RI. Para budayawan dari luar daerah turut ambil bagian, memperkaya nilai budaya dalam kegiatan tersebut.

Ketua GESID Bangka Belitung, Suwardian Ramadhan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan awal dari gerakan kolaboratif yang lebih luas. Ia menyebut bahwa budaya dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun masyarakat berbasis desa.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi awal dari gerakan bersama. Desa Bintet hari ini menunjukkan bahwa budaya bisa menjadi fondasi dalam pembangunan masyarakat,” ujar Suwardian.

Pagelaran ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Bintet, para budayawan, dan GESID Bangka Belitung.

Kepala Desa Bintet, Beni Kim, mengatakan bahwa ia juga mendapat apresiasi atas dukungannya dalam menjaga dan mengembangkan budaya sebagai identitas desa. “Ujar Beni.

Selain itu, tokoh budayawan seperti Jahok turut diapresiasi atas konsistensinya dalam melestarikan tradisi serta membuka ruang kolaborasi lintas elemen masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan, turut hadir unsur dari Densus 88 Anti Teror yang memberikan pendekatan edukatif kepada masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Suwardian Ramadhan menyampaikan bahwa kehadiran Densus 88 menjadi nilai tambah yang strategis dalam kegiatan budaya ini. GESID Bangka Belitung juga menyatakan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi berbasis desa agar dapat dikembangkan di berbagai wilayah lain. Mereka menilai setiap desa memiliki potensi budaya yang bisa menjadi kekuatan pembangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....