Pembatasan Digital Anak Dinilai Penting Cegah Dampak Negatif
- 09 Mar 2026 21:19 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID,Sungailiat - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Bangka Belitung menyatakan dukungan terhadap kebijakan pembatasan akses digital bagi anak. Kebijakan tersebut dinilai penting sebagai upaya melindungi anak dari berbagai risiko yang muncul di ruang digital yang semakin mudah diakses.
Ketua Komnas PA Bangka Belitung, Imelda Handayani, mengatakan pembatasan akses digital bukan berarti melarang anak menggunakan teknologi. Menurutnya, kebijakan ini justru bertujuan membimbing anak agar dapat mengakses dunia digital secara aman dan bertanggung jawab.
“Regulasi tersebut merupakan langkah konkret untuk melindungi anak dari berbagai potensi bahaya di dunia maya. Di antaranya ancaman perundungan daring atau cyberbullying, paparan konten pornografi, kecanduan digital, hingga penipuan online yang marak terjadi.”Ungkapnya.
Meski demikian, Imelda menekankan bahwa kebijakan pembatasan digital harus disusun secara seimbang. Regulasi tidak hanya berfokus pada pembatasan, tetapi juga tetap memberikan ruang bagi anak untuk belajar, berekspresi, serta mengembangkan pengetahuan melalui internet.
Menurutnya, perlindungan terhadap anak harus tetap menghormati hak-hak mereka untuk berkomunikasi, memperoleh informasi, dan mengekspresikan diri. Namun, hak tersebut harus disesuaikan dengan tingkat usia, kedewasaan, serta perkembangan anak.
Imelda menambahkan, regulasi yang disusun pemerintah diharapkan mampu memberikan perlindungan efektif terhadap berbagai konten berbahaya. Termasuk juga risiko eksploitasi dan tindak kejahatan yang dapat terjadi di ruang digital.
Selain regulasi, Komnas PA juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam pengawasan penggunaan teknologi. Orang tua dinilai tetap menjadi garda terdepan dalam membimbing anak agar bijak menggunakan perangkat digital dan media sosial.
Sementara itu, salah seorang pendengar RRI Siti, menilai pembatasan digital bagi anak memang perlu dilakukan, namun harus diimbangi dengan pendampingan orang tua. “ Saya berharap, edukasi literasi digital terus diperkuat agar anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif.”.Ujarnya.