Kearifan Lokal Minang dalam Menjaga Harmoni
- 05 Mar 2026 00:38 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Masyarakat Minangkabau mewariskan petuah “Alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati” sebagai pedoman hidup yang menjunjung kehati-hatian dan kebijaksanaan.
Dalam program acara etnis nusantara “Minang Maimbau” PRO 4 RRI Sungailiat, yang diasuh Uda Boy, obrolan terkait pepatah minang tersebut direspon pendengar.
Istilah peribahasa itu mengandung makna filosofi mendalam tentang kepiawaian seseorang dalam menyelesaikan persoalan. Tegas namun tetap mengedepankan rasa kemanusiaan menjadi inti dari pesan tersebut.
Salah satu pendengar PRO 4 Sungailiat, Niko menilai bahwa nilai dalam pepatah itu sangat cocok diterapkan dalam dunia kerja. Ia mengatakan, seorang pemimpin harus mampu mengambil keputusan tanpa merugikan bawahan.
| Baca juga: Babel Masuki Musim Peralihan ke Kemarau |
“Jangan sampai keputusan yang kita ambil justru mematikan semangat orang lain,” ujar Niko.
Sementara itu, pendengar lainnya, Putra menilai bahwa pepatah tersebut juga mencerminkan karakter orang Minang yang terkenal pandai berdiplomasi. Ia menyebut, kemampuan berbicara dengan santun menjadi ciri khas yang perlu dilestarikan generasi muda. Ujar Putra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....