Bijak Bertutur dalam Falsafah Minang

  • 04 Mar 2026 23:14 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Masyarakat perantau Minangkabau memaknai pepatah minang “Alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati” tentang kebijaksanaan dalam bertindak di kehidupan sehari-hari.

Dalam program acara etnis nusantara “Minang Maimbau” PRO 4 RRI Sungailiat, yang diasuh Uda Boy, obrolan terkait pepatah minang tersebut direspon pendengar.

Pepatah tersebut menggambarkan kecermatan seseorang dalam bersikap. Secara harfiah, alu yang terjatuh bisa patah tiga, namun semut yang terinjak tidak mati. Artinya, seseorang harus mampu bertindak tegas tanpa melukai pihak lain.

Salah satu pendengar, Karyan, mengungkapkan bahwa pepatah itu sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini. Menurutnya, perbedaan pendapat sering kali memicu konflik karena kurangnya kehati-hatian dalam berbicara.

“Kadang kita merasa benar sendiri. Padahal kalau disampaikan dengan lembut dan bijak, masalah bisa selesai tanpa menyakiti,” ujar Karyan.

Sementara pendengar lainnya, Marni, mengatakan bahwa pepatah tersebut juga menjadi pedoman dalam mendidik anak. Ia mengaku selalu berusaha menegur anak-anaknya dengan cara yang tidak kasar namun tetap tegas. Ujar Marni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....