Ranginang Renyah Simbol Kebersamaan Masyarakat Sunda

  • 03 Mar 2026 13:46 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Masyarakat Jawa Barat di Bangka Belitung memperkenalkan filosofi ranginang sebagai warisan kuliner Sunda.

Ranginang dikenal sebagai camilan tradisional berbahan dasar nasi yang dikeringkan dan digoreng hingga mengembang. Di balik kerenyahannya, tersimpan nilai kebersamaan dan semangat tidak menyia-nyiakan makanan, karena awalnya ranginang dibuat dari nasi sisa yang diolah kembali.

Dalam program acara etnis nusantara “Tatar Pasundan” PRO 4 RRI Sungailiat, sejumlah pendengar berbagi cerita tentang cita rasa ranginang yang khas—gurih, renyah, dan sederhana, namun sarat makna kebersamaan.

Ranginang dengan berbagai varian rasa, mulai dari original, terasi, hingga balado. Meski mengalami inovasi, cita rasa tradisional tetap menjadi favorit masyarakat.

Salah satu pendengar PRO 4, Ratih mengungkapkan bahwa ranginang selalu hadir saat acara keluarga besar.

“Kalau Lebaran atau arisan, pasti ada ranginang di meja. Rasanya sederhana, tapi bikin suasana jadi hangat,” ujar Ratih.

Sementara itu, pendengar lainnya, Meri menilai ranginang bukan sekadar camilan, melainkan identitas budaya yang patut dikenalkan kepada generasi muda.

“Anak-anak sekarang harus tahu makanan tradisional, jangan hanya kenal jajanan modern,” ujar Meri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....