Beban Peran Kompleks Picu Tekanan Psikologis Perempuan
- 16 Feb 2026 11:33 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Kesehatan mental perempuan kerap terabaikan karena beban peran yang kompleks sering kali terjadi pada masyarakat.
Psikolog Klinis Ahli Muda RSJD dr. Samsi Jacobalis, Rakhmawati Tri Lestari, dalam dialog di Pro 1 RRI Sungailiat, Senin 16 Februari 2026, menjelaskan banyak perempuan menghadapi tuntutan sebagai istri, ibu, pekerja, sekaligus anggota masyarakat dalam waktu bersamaan.
"Banyak perempuan merasa harus selalu kuat dan tidak boleh mengeluh. Padahal kelelahan emosional itu nyata dan perlu diakui. Mengakui lelah bukan berarti lemah,” katanya.
Menurutnya, stigma sosial sering membuat perempuan memendam tekanan psikologis. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi memicu gangguan kecemasan hingga depresi.
Rakhmawati menambahkan, dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan mental perempuan.
“Lingkungan yang suportif, komunikasi terbuka, dan pembagian peran yang adil sangat membantu perempuan menjaga keseimbangan emosinya,” katanya.
Rakhmawati menegaskan bahwa self-care bukan tindakan egois, perempuan berhak punya waktu untuk dirinya.
Irene pendengar dari Sungailiat mengatakan hak untuk bahagia dan sehat mental adalah dengan memperlakukan perempuan sebaik mungkin.
"Tidak selalu dianggap serba salah, diberikan ruang untuk bercerita jika ada masalaj, dan difasilitasi berkonsultasi ke psikolog tanpa stigma negatif," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....