Capaian CKG Beltim 35,81 Persen, Dinkes Gencarkan Jemput Bola

  • 27 Agt 2026 09:02 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur: Capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Belitung Timur hingga 22 Agustus 2026 baru mencapai 35,81 persen dengan total kehadiran 47.788 warga. Capaian tersebut masih berada di bawah target nasional yang ditetapkan sebesar 46 persen dan target Kabupaten Belitung Timur sebesar 65 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur, Dianita Fitirani, menyampaikan percepatan capaian CKG terus dilakukan dengan memfokuskan pelayanan pada setiap desa yang capaian CKG masih rendah. Kemudian, mengoptimalkan pelayanan responsif jemput bola pada aktivitas masyarakat seperti di pasar, warung kopi, tempat ibadah, meja goyang, kegiatan sosial, dan pusat keramaian lainnya.

“Strateginya macam-macam. Ada yang CKG di masjid selesai Jumatan, atau ikut kegiatan-kegiatan di masyarakat. Jadi di mana pun ada pusat komunitas, atau pusat masyarakat berkumpul, itu kita coba untuk diselipkan CKG disitu," ujar Dianita, Rabu, 26 Agustus 2026.

Kepala UPT Puskesmas Manggar, dr. Faradela, mengatakan strategi jemput bola juga terus digencarkan sebagai salah satu upaya untuk memperluas akses pemeriksaan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang ke fasilitas kesehatan pada jam pelayanan, salah satunya CKG di warung kopi.

“Kalau ada keramaian, kalau ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa, pasti biasanya selalu ada kegiatan CKG juga. Selama ini banyak warga, khususnya laki-laki usia produktif, yang jarang datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kesehatan kalau tidak sedang sakit,” kata Faradela.

Hal ini juga tentunya menjadi bagian dari strategi 'health promotion' yang lebih santai dan tidak menakutkan, sehingga masyarakat lebih terbuka dan tidak sungkan diperiksa. Namun, Faradela mengatakan meski layanan didekatkan dengan aktivitas masyarakat, partisipasi warga masih menjadi tantangan. Hingga pembaruan terakhir per 24 Agustus 2026, capaian CKG di wilayah Puskesmas Manggar baru sekitar 27 persen atau 11 ribu orang.

"Pada kegiatan CKG di Warung Kopi Aput tanggal 21 Agustus 2026, tercatat sebanyak 25 warga yang mengikuti pemeriksaan, terdiri dari 6 laki-laki dan 19 perempuan, dengan rentang usia dari 15 hingga 65 tahun," ujar Faradela.

Faradela menyampaikan lebih lanjut, pemeriksaan kesehatan gratis tidak selalu berlanjut pada pemeriksaan lanjutan. Masyarakat yang ditemukan memiliki tekanan darah atau gula darah tinggi terkadang tidak kembali ke Puskesmas meski telah diminta melakukan kontrol untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Menurut Faradela, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan CKG. Sebab, hasil pemeriksaan awal perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi pasien dan menentukan penanganan yang tepat. Terlebih, keluhan seperti hipertensi atau gula darah tinggi terkadang tidak langsung dirasakan masyarakat

"CKG tidak hanya menjadi upaya preventif untuk mengenali risiko penyakit sedini mungkin, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai ketika ditemukan adanya penyakit. Jangan menunggu sakit baru memeriksakan kesehatan," kata Faradela.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....