MBG di Belitung Kembali Berjalan Normal, Delapan SPPG Sudah Beroperasi

  • 16 Jul 2026 16:07 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Belitung kembali berjalan normal setelah sempat dihentikan sementara.

Memasuki tahun ajaran baru, sebanyak delapan dari total 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah kembali beroperasi untuk melayani ribuan penerima manfaat di sejumlah sekolah.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Belitung, Enggit Clara mengatakan, empat SPPG lainnya hingga kini masih dalam proses renovasi sehingga belum dapat kembali memberikan layanan.

"Untuk saat ini yang sudah beroperasi ada delapan SPPG dari total 12 SPPG. Empat SPPG lainnya masih dalam proses renovasi," kata Enggit, Kamis 16 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program sejauh ini berjalan aman dan distribusi makanan kepada para penerima manfaat tidak mengalami kendala berarti. Setiap SPPG melayani sekitar 2.000 hingga 2.500 penerima manfaat yang tersebar di wilayah kerjanya.

Menurut Enggit, pengalaman sebelumnya menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG. Karena itu, pengawasan terhadap proses penyediaan hingga pendistribusian makanan kini diperketat agar kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.

Selain memperkuat pengawasan, pihaknya juga melakukan penyesuaian terhadap standar operasional prosedur (SOP), termasuk lebih selektif dalam menentukan menu makanan yang akan disajikan kepada para penerima manfaat.

"Kami meningkatkan pengawasan dan memperketat SOP agar kejadian seperti sebelumnya tidak terulang. Menu-menu yang dipilih juga lebih kami perhatikan," ujarnya.

Enggit menambahkan, evaluasi tidak hanya dilakukan di tingkat Kepala SPPG, tetapi melibatkan seluruh unsur pendukung program. Akuntan, ahli gizi, mitra penyedia, hingga pihak yayasan turut melakukan pengawasan langsung di lapangan untuk memastikan setiap tahapan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan.

"Kami melakukan evaluasi secara besar-besaran. Bukan hanya Kepala SPPG, tetapi juga akuntan, ahli gizi, mitra, dan yayasan ikut melakukan pengawasan langsung di lapangan," ucapnya.

Ia berharap langkah evaluasi dan penguatan pengawasan tersebut dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG di Kabupaten Belitung, sehingga program pemenuhan gizi bagi peserta didik dapat berjalan lebih optimal, aman, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....