60-an Unit Kopdes Merah Putih di Babel Selesai 100 persen

  • 18 Jun 2026 14:47 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Realisasi KDKMP di Bangka Belitung

RRI.CO.ID, Pangkalpinang– Sebanyak 60 unit gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Babel sudah dibangun dari total ratusan gerai yang direncanakan.

Kepala Diskop UKM Bangka Belitung, Ari Primajaya, mengatakan, progres pembangunan fisik ini bersifat dinamis dan terus menunjukkan pergerakan angka yang positif di lapangan.

"Untuk gerai yang pembangunannya sudah rampung 100 persen, kurang lebih saat ini sudah hampir 60-an unit ya. Data terakhir yang saya terima beberapa hari lalu itu 58 unit, tapi sekarang kemungkinan sudah bergeser di atas 60 unit yang selesai," kata Ari, Kamis 18 Juni 2026.

Pembangunan fisik ini merupakan bagian dari target besar pembentukan jaringan Kopdes Merah Putih, di mana secara keseluruhan ditargetkan akan terbangun sebanyak 393 gerai di wilayah Bangka Belitung. Ari memaparkan, sejauh ini sebaran pembangunan unit gerai tersebut belum merata di setiap wilayah.

Kabupaten Bangka Barat sejauh ini menjadi daerah dengan realisasi pembangunan gerai terbanyak di Babel.

Ari mengakui, masalah pembebasan dan penyediaan lahan menjadi batu sandungan utama di tingkat daerah. Banyak pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota yang kesulitan menyediakan aset tanah yang memenuhi kriteria ukuran yang dipersyaratkan oleh pemerintah pusat.

"Kendalanya ada pada lahan. Karena banyak kabupaten dan kota yang tidak tersedia lahan siap pakai yang memang sesuai dengan ukuran standar yang sudah ditetapkan oleh pusat, yaitu minimal sekitar 1.000 meter persegi," ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Koperasi RI Farida Farichah Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) RI Farida Farichah mengatakan, program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai lembaga ekonomi yang dikelola sepenuhnya oleh masyarakat setempat.

Dalam skema ini, Kepala Desa akan menjabat sebagai pengawas ex officio yang bertugas mengarahkan operasional serta pengembangan bisnis agar tetap berjalan sesuai regulasi yang berlaku. Wamenkop menjelaskan keanggotaan koperasi ini mencakup seluruh warga yang berdomisili di desa atau kelurahan tersebut

Ia berharap kehadiran koperasi tidak hanya menjadi tempat belanja atau bersifat konsumtif, melainkan bertransformasi menjadi pusat ekonomi yang mengangkat potensi spesifik tiap daerah.

"Kita berharap potensi-potensi seperti perkebunan pala, lada, nanas, hingga karet bisa dikelola langsung oleh warga melalui lembaga ekonomi koperasi ini," ujar Wamenkop dalam kunjungan ke Babel pada 12 Februari lalu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....