Sebanyak 42 Desa di Bangka Rampungkan Kepemilikan Lahan Koperasi Merah Putih

  • 28 Apr 2026 18:59 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Sebanyak 42 desa dari total 62 desa di Kabupaten Bangka telah merampungkan kepemilikan lahan pendirian Koperasi Desa Merah Putih. Capaian ini menjadi langkah penting dalam mendukung percepatan program penguatan ekonomi desa berbasis koperasi.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Bangka Syaiful Achyar mengungkapkan, kepastian lahan merupakan salah satu syarat utama dalam pembentukan Koperasi Merah Putih. Dengan telah diamankannya lahan di sebagian besar desa, proses selanjutnya tinggal menunggu penyempurnaan administrasi serta pembentukan struktur kelembagaan koperasi.

“Dari 62 desa yang ada, sebanyak 42 desa sudah clear terkait kepemilikan lahan. Ini tentu menjadi progres yang sangat baik,” ujar Achyar, Selasa, 28 April 2026.

Ia menjelaskan, desa-desa yang telah memiliki lahan kini didorong untuk segera menindaklanjuti pembentukan koperasi, mulai dari penyusunan kepengurusan, penguatan regulasi, hingga perencanaan usaha yang akan dijalankan.

Sementara itu, 20 desa lainnya masih dalam proses penyelesaian, baik terkait status lahan maupun administrasi pendukung. Pemerintah daerah terus melakukan pendampingan agar seluruh desa dapat segera menyelesaikan kendala yang ada.

Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa. Selain meningkatkan kesejahteraan warga, koperasi ini juga diharapkan mampu mengelola potensi lokal secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Pemkab Bangka menargetkan seluruh desa dapat segera menuntaskan persyaratan yang dibutuhkan, sehingga program Koperasi Merah Putih dapat berjalan merata di seluruh wilayah.

"Alhamdulillah sekarang nih prospeknya sudah masang keramik, kalau tidak ada kendala yang berarti. Soalnya dari penyedia lahan sudah siap semuanya," kata Kepala Desa Labu Tarmizi, yang mengaku hingga kini, prospek koperasi merah putih tinggal berjalan.

"Untuk personil dari awal kita sudah dibentuk, namun sekarang ini yang perlu di bahas masalah rekrutmen manajer yang seolah harus baru, padahal kita sudah ada sediakan dari awal," ucapnya.

Khawatir menimbulkan kekecewaan dari kepengurusan yang sudah dibentuk itu, Tarmizi berharap Pemkab Bangka dapat memberikan kejelasan terhadap pusat agar tetap menggunakan anggota yang sudah ada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....