Kemandirian Masyarakat Melakukan Mitigasi Kebencanaan

  • 26 Apr 2026 21:20 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Bangka Belitung memiliki beberapa titik rawan bencana alam. Titik titik bencana alam; banjir rob angin puting beliung, abrasi pantai, kolong jebol bahkan kebakaran lahan..

Untuk meningkatkan kewaspadaan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan mitigasi kebencanaan kepada masyarakat secara berkesinambungan. Harapannya tumbuh kesadaran mereka dalam mengantisipasi dan mengatasi kedaruratan bencana secara mandiri.

Selain BPBD selaku mentor kemitigasian, outputnya menumbuhkan kemandirian masyarakat, semisal latihan evakuasi mandiri. Hal pelatihan kedaruratan bencana itu bisa dilakukan berbagai unsur masyarakat; di lingkungan sekolah, lingkungan tempat kerja atau tempat tinggal dan lingkungan komunitas lainnya.

Pada momentum Hari Kesiapsiagaan Nasional (HKN) 26 April, pendengar Pro4 RRI Sungailiat, Alexa menyadari kesiapsiagaan terhadap bencana, harapannya perilaku itu menjadi bagian dari gaya hidup. Hal itu bisa diawali dengan mengenali ancaman dan risiko terhadap lingkungan jika bencana terjadi

"Kesiapsiagaan harus menjadi budaya sehari-hari, bukan sekadar latihan saat peringatan tahunan saja," ujar Alexa saat bergabung via telepon di RRI Pro 4 Sungailiat, Minggu 26 April 2026.

Kemandirian elemen masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana alam itu disadari juga, pendengar RRI Ibra. Pada acara Gi Natak di Pro 4 RRI Sungailiat, ia meyakini pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam mitigasi kebencanaan. Menurutnya, pemahaman mengenai jalur evakuasi dan langkah darurat dapat meminimalisir dampak fatal saat bencana terjadi secara tiba-tiba.

"Masyarakat tangguh adalah mereka yang paham cara menyelamatkan diri secara mandiri sebelum bantuan datang," kata Ibra melalui sambungan telepon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....