Cegah Endemis Malaria, Berantas Sarang Nyamuk Anopheles

  • 25 Apr 2026 23:18 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Malaria berpotensi menjangkit masyarakat pada situasi perubahan cuaca sekarang ini. Antisipasi itu di antaranya dengan mencegah habitat berkembangbiak nyamuk Anopheles, penular malaria.

“Kondisi cuaca di Bangka Belitung sekarang lagi tidak menentu, sebentar panas terik, lalu tiba-tiba hujan lebat. Genangan air di sekitar rumah setelah hujan ini yang bahaya, bisa jadi tempat nyamuk berkembang biak kalau kita lengah,” ujar Eka, warga Sungailiat, Sabtu malam, 25 April 2026.

Eka, pendengar RRI mengutarakannya pada segmen obrolan melalui telepon di acara Tangtut Pro4 RRI Sungailiat merefkeksi Peringatan Hari Malaria Sedunia setiap 25 April. Tangtut (Tembang Terakhir Untuk Tidur) mengudara di RRI Pro4 Sungailiat setiap malam pukul: 22.00 - 23.00 WIB.

Eka, sosok warga yang mengkhawatirkan akan berkembang biaknya nyamuk Anopheles. Hal itu bisa dicegah bila tidak ada genangan air hujan yang tidak mengalir.

Langkah preventif itu, menurut Ibra penting untuk dilakukan, apalagi Bangka Belitung endemis malaria. Pendengar Pro4 itu meyakini kekompakan masyarakat dalam pola hidup bersih di setiap lingkungan akan menghalau segala sumber penyakit.

“Hari Malaria ini harusnya jadi alarm buat kita semua. Jangan tunggu ada yang sakit baru bersih-bersih, karena malaria bukan penyakit sepele, apalagi dengan cuaca lembap seperti sekarang yang sangat mendukung nyamuk untuk cepat bertelur,” kata Ibra.

Ia berharap Peringatan Hari Malaria Sedunia tahun 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi mendorong aksi nyata masyarakat dalam menjaga kebersihan sanitasi lingkungan. Kesadaran kolektif pada pola hidup bersih, kunci memutus rantai penularan malaria.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....