Operasional SPPG Mekar Jaya Manggar Ditunda hingga Aktivitas Meja Goyang Pindah

  • 24 Apr 2026 11:56 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur - Calon Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekar Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, diminta menunda operasionalnya hingga aktivitas “meja goyang” di sekitar lokasi benar-benar dipindahkan.

Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menegaskan keputusan tersebut diambil demi menjaga kualitas kesehatan lingkungan, khususnya bagi anak-anak penerima manfaat program pemenuhan gizi.

Menurut Kamarudin, bangunan SPPG Mekar Jaya saat ini hampir rampung dan siap digunakan. Namun, keberadaan aktivitas meja goyang di sekitar lokasi dinilai berpotensi menimbulkan dampak buruk, seperti debu dan kotoran yang dapat mengganggu kebersihan makanan.

“Kita sudah diskusi bersama. Saya berharap sebelum meja goyang itu diselesaikan atau dipindahkan, SPPG jangan dibuka dulu. Kasihan anak-anak. Program pemenuhan gizi ini sangat baik, jangan sampai malah berdampak buruk karena lingkungan yang tidak sehat,” ujar Kamarudin, Jumat 24 April 2026.

Bupati menilai, standar teknis atau petunjuk pelaksanaan (juknis) dari pusat memang mengatur soal kebersihan lingkungan, namun belum secara spesifik mengantisipasi kondisi lokal seperti aktivitas meja goyang. Karena itu, kebijakan daerah diperlukan untuk memastikan program berjalan optimal.

Lebih lanjut, Kamarudin menegaskan bahwa kebijakan ini bukan untuk menghambat aktivitas masyarakat, melainkan bagian dari upaya melindungi kepentingan yang lebih luas. Ia juga telah meminta percepatan pemindahan aktivitas meja goyang ke wilayah yang sesuai, seperti area Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Timah.

“Ini demi kemanusiaan dan kebaikan masyarakat. Bukan kita mengusik aktivitas mereka, tapi kita ingin memastikan lingkungan SPPG benar-benar layak dan sehat,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan agar seluruh SPPG maupun SPBG di wilayah Belitung Timur ditinjau ulang, khususnya yang berada dekat dengan aktivitas serupa. Jika terbukti berpotensi mengganggu kesehatan, maka lokasi tersebut harus dipindahkan.

Sementara itu, Koordinator SPPG Kecamatan Manggar, Andryan Septian menyampaikan akan memastikan kesterilan dapur calon SPPG Mekar Jaya sebelum dijadwalkan beroperasi pada pertengahan Mei mendatang. Sterilisasi area luar dan dalam menjadi salah satu syarat mutlak operasional sebuah satuan pelayanan gizi.

"Kami pastikan dulu sekitar dapur itu harus memang benar-benar steril dan higienis. Hal itu sangat krusial karena bisa berdampak terhadap kualitas makanan dan kesehatan mereka yang mengonsumsinya nanti," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....