Efisiensi, Desa Terima Anggaran di Kisaran Rp200-300 juta
- 03 Mar 2026 20:22 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Bangka - Efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah menyentuh hingga ke desa.
Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bangka, Syaiful Ahyar mengungkapkan, jika setiap desa saat ini menerima rata-rata sejumlah Rp200-300 juta Anggaran Dana Desa (ADD).
"Memang untuk tahun 2026 ini untuk anggaran dana desa ada penyesuaian ya sesuai prinsip efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah. Jadi ada efisiensi hingga 58,03 persen dana desa," kata Syaiful Ahyar, kepada RRI, Selasa, 3 Maret 2026.
Karena itu menurut Syaiful Ahyar, pembangunan di pedesaan saat ini lebih diprioritaskan pada ketahanan pangan, BLT, dan stunting.
"Pemangkasan itu dialihkan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Jadi pemdes-pemdes saat ini memprioritaskan pada ketahanan pangan, penyaluran Bantuan Langsung Tunai, serta pengentasan stunting," ujar Syaiful Ahyar.
Syaiful Ahyar lebih jauh mengakui hal itu turut berpengaruh terhadap perencanaan pembangunan di pedesaan.
"Ya jelas sangat mempengaruhi ya, apalagi setiap Kepala Desa kan sudah menyusun visi misi untuk membangun desanya. Banyak program-program yang kita tunda dulu terutama pembangunan fisik atau infrastuktur," imbuhnya.
Sementara, salah seorang warga Desa Aik Duren, Bustami Kocan, berharap pemerintah desa tidak kehilangan ide membangun. Dia yakin dengan kondisi yang ada dengan dukungan penuh masyarakat, pemdes dapat tetap melaksanakan pembangunan dengan baik.
"Saya yakin pemdes kita mampu untuk tetap membangun. Ide-ide jreatif pasti bisa muncul apalagi jika didukung penuh oleh masyarakatnya," ucapnya.