APDESI : Desa Prioritaskan Ketahanan Pangan, BLT, dan Stunting
- 24 Feb 2026 23:06 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Bangka - Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bangka menyebut pembangunan di pedesaan saat ini diprioritaskan pada ketahanan pangan, BLT, dan stunting. Hal itu menyusul adanya efisiensi hingga 58,03 persen terhadap dana desa di tahun 2026 ini.
"Pemangkasan dana desa sebesar 58,03 persen dialihkan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Jadi pemdes-pemdes saat ini memprioritaskan pada ketahanan pangan, penyaluran Bantuan Langsung Tunai, serta pengentasan stunting," kata Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bangka, Syaiful Ahyar, kepada RRI, Selasa, 24 Februari 2026.
Syaiful Ahyar, mengungkapkan, saat ini dana desa yang diterima perdesa rata-rata Rp200 hingga Rp300 juta. Dan dia mengakui hal itu turut berpengaruh terhadap perencanaan pembangunan di pedesaan.
| Baca juga: Koperasi Desa Buka Peluang Usaha Warga |
"Ya jelas sangat mempengaruhi ya, apalagi setiap Kepala Desa kan sudah menyusun visi misi untuk membangun desanya. Banyak program-program yang kita tunda dulu terutama pembangunan fisik atau infrastuktur," ujarnya.
Meski begitu, Syaiful Ahyar yang juga menjabat sebagai Kades Aik Duren, Kecamatan Pemali ini menegaskan jika APDESI sangat mendukung semua program pemerintah. Apalagi KDMP ditujukan untuk perbaikan perekonomian masyarakat.
"Bagaimana pun ya kita sangat mendukung semua program pemerintah, seperti Koperasi Merah Putih," ujarnya.
Sementara, salah seorang warga Desa Aik Duren, Bustami Kocan, berharap pemerintah desa tidak kehilangan ide membangun. Dia yakin dengan kondisi yang ada dengan dukungan penuh masyarakat, pemdes dapat tetap melaksanakan pembangunan dengan baik.
"Saya yakin pemdes kita mampu untuk tetap membangun. Ide-ide jreatif pasti bisa muncul apalagi jika didukung penuh oleh masyarakatnya," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....