Inovasi Puskesmas Simpang Renggiang, Layani Cek Kesehatan Gratis

  • 21 Jan 2026 19:02 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur - UPT Puskesmas Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), terus melakukan berbagai inovasi untuk menyukseskan program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG). Upaya ini dilakukan agar layanan kesehatan semakin mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kepala UPT Puskesmas Simpang Renggiang, Winda Lestari mengatakan, inovasi tersebut dirancang dengan pendekatan jemput bola. Tujuannya agar masyarakat, khususnya kelompok rentan, tidak terkendala jarak maupun waktu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Inovasi pertama diberi nama “Gelas” atau Gerakan Lansia Sehat, yang dikhususkan bagi sasaran usia lanjut. Melalui program ini, tim puskesmas menjadwalkan pelayanan lansia di luar gedung, seperti senam bersama sekaligus CKG di desa-desa.

"Contohnya di Desa Lintang, di mana kami turun langsung memberikan pelayanan kesehatan, sebelum CKG mereka diajak senam terlebih dahulu. Bahkan, bagi lansia yang berhalangan hadir, petugas akan melakukan kunjungan langsung ke rumah," kata Winda kepada RRI pada Rabu, 21 Januari 2026.

Selanjutnya, Inovasi kedua menyasar kelompok usia dewasa dengan nama “Yuk Ngenggangan” atau Yuk Datang Deteksi Dini di tempat Keramaian dan Kundangan. Program ini menjadi sasaran terbanyak karena menjangkau masyarakat dalam berbagai aktivitas sosial, seperti acara Maras Taun, pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Desa, Bazar, Khitanan, Aqiqah bahkan Pernikahan.

"Jadi kan kadang kalau misalnya masyarakat diminta datang langsung ke Puskesmas itu mungkin agak keberatan ya. Kalau kita yang datang langsung di situ, ke tempat mereka hadir, mereka merasa lebih dimudahkan gitu aksesnya," ujarnya.

Dengan berbagai inovasi tersebut, capaian CKG di wilayah UPT Puskesmas Simpang Renggiang sepanjang tahun 2025 mencapai 55,77 persen atau sebanyak 4.301 orang. Winda menjelaskan, meski target antara pusat dan kabupaten berbeda, yakni pusat sebesar 36 persen dan kabupaten lebih tinggi dengan target per usia. Namun, seluruh capaian di wilayahnya telah melampaui target, baik dari pusat maupun kabupaten.

Salah seorang lansia peserta CKG dari Desa Air Madu, Sayuni, mengaku terbantu dengan adanya pelayanan jemput bola tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan rutin membuat dirinya lebih tenang karena kondisi kesehatannya dapat terpantau tanpa harus datang jauh ke puskesmas.

“Saya sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis ini. Tidak perlu jauh-jauh ke puskesmas, petugas datang langsung ke desa, jadi kami para lansia bisa tetap cek kesehatan. Setidaknya setahun sekali kami tahu kondisi badan, jadi lebih tenang,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....