ASDP Bangka Siapkan 13 Kapal Hadapi Puncak Arus Mudik Sesi Dua
- 17 Mar 2026 20:50 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Mentok - PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka menyiapkan tambahan armada untuk menghadapi puncak arus mudik sesi dua yang diprediksi terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026 di Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok.
General Manager ASDP Cabang Bangka, Agustinus Cahyo, mengatakan pihaknya akan mengoperasikan total 13 kapal ferry guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan. Sebelumnya, selama arus mudik berlangsung, hanya 12 armada yang beroperasi karena empat kapal lainnya tengah menjalani perawatan.
Menurutnya, kapal-kapal yang saat ini masih dalam perawatan dijadwalkan kembali beroperasi paling lambat pada 19 Maret 2026, bahkan berpotensi lebih cepat yakni pada 18 Maret 2026. Dengan kembalinya armada tersebut, kapasitas angkut penyeberangan akan meningkat secara signifikan.
“Intinya kapal yang baru datang ini kapasitasnya lebih besar dari yang saat ini beroperasi. Bisa dibilang menjadi penyelamat agar antrean bisa terurai,” ujarnya, Selasa 16 Maret 2026.
Agustinus menambahkan, skenario pengaturan arus mudik sesi dua sejauh ini telah berjalan dengan baik dan dinilai cukup efektif. Situasi di lapangan juga relatif kondusif tanpa adanya keluhan berarti dari para pengguna jasa.
“Untuk sesi dua, pola yang kita jalankan sudah bisa dibilang pas. Sudah cukup kondusif, tidak ada yang komplain atau teriak-teriak. Jadi pola ini akan kita pertahankan,” katanya.
Dengan penambahan armada dan pola operasional yang dinilai efektif, ASDP optimistis dapat mengurai kepadatan serta memastikan kelancaran arus mudik di lintasan penyeberangan Mentok–Tanjung Api-Api.
Sementara itu, Selama periode arus mudik, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, terpantau berjalan lancar tanpa kendala berarti. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Mentok, Zefli Agustian.
Zefli menjelaskan, sempat terjadi kendala pada hari Sabtu lalu akibat terbatasnya jumlah kapal yang bersiaga di pelabuhan. Kondisi tersebut dipicu oleh keterlambatan kapal yang sebelumnya tertahan di Tanjung Api-Api karena faktor pasang surut air laut.
“Kalau kemarin kendalanya pada hari Sabtu, kapal yang standby di sini sedikit karena kapal-kapal terkendala di Tanjung Api-Api. Pasang surut membuat jadwal sempat terlambat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....