Arus Mudik di Tanjung Kalian, Truk Non-Sembako Mulai Dibatasi
- 14 Mar 2026 14:26 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Mentok - Arus mudik Lebaran di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat mulai diberlakukan pembatasan terhadap kendaraan angkutan barang, khususnya truk bermuatan non-kebutuhan pokok.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan penyeberangan menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan, yang diprediksi terus meningkat menjelang puncak arus mudik.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka, Agustinus Cahyo, mengatakan pembatasan tersebut mengikuti kebijakan dari pihak kepolisian yang mana kendaraan sumbu tiga melintas pada periode H-7 Lebaran, kecuali yang mengangkut kebutuhan pokok.
“Kalau dari kepolisian, kendaraan sumbu tiga tidak boleh lewat. Di H-7 ini yang diperbolehkan masuk hanya yang membawa sembako,” ujarnya, Sabtu 14 Maret 2026.
Ia menjelaskan kendaraan logistik yang membawa kebutuhan masyarakat tetap diperbolehkan menyeberang setelah melalui pemeriksaan oleh petugas.
“Nanti dari pihak kepolisian mengecek kendaraan yang lewat, mobil itu membawa apa. Kalau sembako atau kebutuhan masyarakat lainnya pasti boleh menyeberang karena tidak bisa ditunda,” ucapnya.
Sebaliknya, truk yang mengangkut muatan seperti besi, sawit, atau barang lain yang tidak berkaitan dengan kebutuhan pokok diminta untuk menunggu hingga pembatasan dicabut.
Sementara itu, salah satu sopir truk, Imam, mengaku telah menunggu hampir 24 jam untuk bisa menyeberang.
“Dari kemarin sore sudah hampir 24 jam menunggu. Katanya tanggal 16 baru ada tiketnya, sampai sekarang belum ada tiket,” ujarnya.
Menurutnya, untuk sementara penyeberangan diprioritaskan bagi kendaraan pribadi yang membawa pemudik.
“Hari ini katanya khusus mobil pribadi. Jadi untuk kendaraan diesel baru tanggal 16 ada tiketnya. Selama dua hari ini ya cuma duduk-duduk nunggu,” katanya.
Ia berharap proses penyeberangan bisa berjalan lebih lancar agar para sopir tidak terlalu lama menunggu di pelabuhan.
“Harapannya kalau bisa lancar, jangan seperti ini habis menunggu lama. Kerugian pasti ada, kalau bisa lebih cepat tentu lebih enak,” tambahnya.
Imam sendiri mengaku sebelumnya mengantarkan muatan cat ke kawasan Pelabuhan Pangkal Balam dan kini hendak kembali ke Palembang tanpa membawa muatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....