Pengawasan WNA Diperkuat lewat Rakor TIMPORA Pangkal Pinang
- 30 Jun 2026 21:41 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID., Pangkalpinang- Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkal Pinang menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kota Pangkal Pinang Tahun 2026 di Bangka City Hotel, Senin (29/6). Kegiatan ini menjadi forum lintas sektoral untuk memperkuat sinergi pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA) di wilayah Kota Pangkal Pinang.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Bangka Belitung bersama 14 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan instansi vertikal yang tergabung dalam TIMPORA Kota Pangkal Pinang.
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkal Pinang, Raja Reza Hedianshah, mengatakan pembentukan dan restrukturisasi TIMPORA merupakan langkah penting dalam mewujudkan pengawasan keimigrasian yang terintegrasi.
“Pembentukan dan restrukturisasi TIMPORA merupakan instrumen vital untuk melahirkan pengawasan keimigrasian yang komprehensif, terintegrasi, dan responsif,” ujar Raja Reza Hedianshah.
Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Kepatuhan Internal Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Bangka Belitung, Amrullah Shodiq, yang mewakili Kepala Kantor Wilayah, menegaskan pentingnya sinergi seluruh instansi dalam menghadapi meningkatnya mobilitas manusia antarnegara.
“Rapat koordinasi dan operasi gabungan ini harus mampu menjadi jembatan informasi yang kokoh berdasarkan tugas dan fungsi masing-masing instansi. Saya berharap TIMPORA Kota Pangkal Pinang dapat terus menjaga kekompakan, adaptif, serta solid dalam menjawab tantangan global yang semakin kompleks,” ujar Amrullah.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkal Pinang, Ahmad Khumaidi, memaparkan sejumlah isu strategis keimigrasian, mulai dari pencegahan kejahatan siber, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), hingga kewaspadaan terhadap sindikat penipuan daring. Ia juga menjelaskan implementasi Program Desa Binaan Imigrasi (DBI), peran Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), pendataan WNA pemegang ITAS dan ITAP, serta optimalisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA).
“Fokus kami tidak hanya pada pengawasan keberadaan orang asing, tetapi juga pencegahan kejahatan siber, TPPO, serta optimalisasi APOA agar pengawasan terhadap WNA semakin efektif,” kata Ahmad Khumaidi.
Dalam sesi diskusi turut dibahas legalitas izin tinggal seorang warga negara India yang melakukan pernikahan campuran menggunakan izin tinggal kunjungan. Menanggapi hal itu, Ahmad Khumaidi memastikan pihak Imigrasi telah melakukan pemeriksaan administratif.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan izin tinggal yang bersangkutan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Keberadaannya juga telah tercatat melalui APOA oleh pihak hotel,” jelas Ahmad Khumaidi.
Sementara itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Pangkal Pinang, Anjas, menyampaikan pihaknya tengah menangani seorang warga negara Bangladesh berinisial HIA yang merupakan pelimpahan perkara dari Kantor Imigrasi Pangkal Pinang.
“Kami berharap informasi mengenai pelaporan orang asing di hotel dapat dibagikan secara cepat melalui media komunikasi TIMPORA sehingga pengawasan dan evaluasi dapat dilakukan secara bersama-sama,” ujar Anjas.

Menutup rapat koordinasi, Ahmad Khumaidi mengapresiasi partisipasi seluruh anggota TIMPORA dalam memperkuat pengawasan orang asing melalui kolaborasi lintas instansi.
“Terima kasih atas partisipasi aktif seluruh anggota TIMPORA. Sinergi yang telah terbangun diharapkan terus diperkuat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kepatuhan terhadap aturan keimigrasian di Kota Pangkal Pinang,” tutup Ahmad Khumaidi.
Salah seorang warga Pangkal Pinang, Rina Saputri, mengapresiasi upaya yang dilakukan Kantor Imigrasi bersama seluruh instansi dalam memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing.
“Kami mendukung penguatan pengawasan terhadap warga negara asing. Koordinasi seperti ini penting agar keberadaan WNA tetap terpantau sesuai aturan dan masyarakat merasa lebih aman,” ujar Rina.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....