Brigade Pangan Ataneh Atana' Ambunten Optimalkan Teknologi Pertanian

  • 10 Mar 2026 12:23 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Brigade Pangan Ataneh Atana’ Kecamatan Ambunten mulai melakukan penanaman padi di lahan seluas 0,3 hektare milik Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ambunten.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan produksi pangan sekaligus penerapan teknologi pertanian modern di tingkat kelompok tani.

Dalam kegiatan ini, Brigade Pangan Ataneh Atana’ bekerja secara mandiri mulai dari tahap pengolahan lahan, penyemaian, hingga penanaman. Proses tersebut dilakukan dengan pendampingan para penyuluh pertanian di Kecamatan Ambunten.

Pengolahan lahan dilakukan menggunakan mesin crowler, yang merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian kepada brigade pangan. Mesin tersebut menjadi yang pertama digunakan di Kecamatan Ambunten dan dinilai mampu memberikan hasil pengolahan tanah lebih optimal.

Manager Brigade Pangan Ataneh Atana’ Kecamatan Ambunten Dini Mardhatillah menjelaskan, penggunaan mesin crowler memberikan dampak positif terhadap kondisi lahan pertanian.

“Kami melakukan pengolahan lahan menggunakan mesin crowler bantuan dari Kementerian Pertanian kepada Brigade Pangan. Ini merupakan mesin pertama yang digunakan di Kecamatan Ambunten, dan hasilnya cukup memuaskan karena mampu mengolah tanah lebih dalam sehingga lahan menjadi lebih gembur,” ujarnya, Selasa 10 Maret 2026.

Setelah tahap pengolahan lahan selesai, proses dilanjutkan dengan penyemaian benih padi. Benih yang digunakan adalah varietas Ciherang, yang terlebih dahulu diuji kualitasnya dengan metode sederhana menggunakan air garam dan telur untuk memastikan tingkat kebernasannya.Menurutnya, metode tersebut dilakukan untuk memastikan hanya benih berkualitas yang ditanam sehingga mampu meningkatkan peluang hasil panen yang lebih baik.

“Untuk penyemaian, kami menggunakan benih padi Ciherang yang sebelumnya diuji bernas terlebih dahulu menggunakan air garam dan telur. Setelah itu, kami melakukan penyemaian dengan sistem dapok atau semai kering tanaman padi,” ujarnya menjelaskan.

Tahap akhir adalah proses penanaman menggunakan mesin transplanter. Dalam kegiatan ini, para anggota brigade pangan sekaligus belajar mengoperasikan alat tersebut agar ke depan mampu mengoptimalkan penggunaan teknologi pertanian modern.

“Pada tahap penanaman kami menggunakan mesin transplanter, dan operator kami sekaligus mencoba melakukan penanaman secara langsung. Ini menjadi pengalaman sekaligus pembelajaran bagi kami dalam memanfaatkan teknologi pertanian,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, Brigade Pangan Ataneh Atana’ berharap penggunaan teknologi pertanian modern dapat meningkatkan efisiensi kerja serta produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Ambunten.

Rekomendasi Berita