Megastar, Si Peremuk Gawang
- 27 Apr 2026 08:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
.
Penulis: Tjuk Suwarsono (Wartawan)
PIALA Dunia selalu melahirkan sejumlah bintang, pesohor, superstar, megastar. Anda bisa menebaknya sejak sekarang, apakah sang pujaan itu sederet nama tenar yang masih eksis; Mbape, Messi, Sadio Mane, Ronaldo? Ataukah bintang muda baru yang bertebaran di hampir seluruh timnas yang bertanding?
Publik dunia seakan sedang menunggu lahirnya idola baru, yang kelak terpuja di sepanjang gelaran akbar ini. Piala Dunia masih menjadi salah satu event yang disaksikan terbanyak pemirsa. Menguras rasa haru, takjub, euforia, menggugah nasionalisme, dan melahirkan kebanggaan Negara.
Salah seorang yang layak memenuhi kriteria hebat itu kini berdiri di ujung tombak timnas Norwegia. Siapa lagi kalau bukan Erling Haaland, 25 tahun, mesin gol Manchester City yang mencetak 16 gol di delapan babak kualifikasi. Saat melawan Italia yang wajib menang dengan 9 gol, Haaland mengamuk menghancurkan ‘gerendel’ (cattenacio) Italia itu 4-1. Satu dari dua golnya disuguhkan dengan hempasan voli kaki kiri yang sangat keras.
Dari 48 laga yang mewakili negaranya, Halaand mencetak 55 gol. Melampaui prestasi 33 gol yang dicetak sesama Norwegian, Jorgen Juve hampir 90 tahun silam. Bersama Halaand terdapat peran sentral kapten timnas, Martin Odegaard, 26 tahun, yang berulangkali menyorongkan umpan matang. Odegaard sendiri pemain yang terbanyak mengirim asis (assists) di kualifikasi zona Eropa. Gelandang Arsenal ini sudah membela negaranya 67 kali sejak ia bermain di usia 15 tahun.
Tandem Halland dan Odegaard menandai generasi emas Norwegia sepanjang sejarah. Kompaknya setara dengan tandem Gareth Bale dan Aaron Ramsey saat Wales mencapai semifinal Euro 2016. Mereka berdua disempurnakan oleh rekan pendukungnya; Ashley Williams dan Ben Davies di belakang, dan gelandang Joe Allen, dan Joe Ledley.
Untuk pertama kalinya para gibol Norwegia bergemuruh menyambut turnamen ini, meski sebenarnya sudah pernah ikut World Cup 1938, 1994, 1998, dan Euro 2000. Ayah Halaand, Alf Inge, bermain di tahun 1994 dan tak pernah memenangkan satu trofi pun.
Halaand bertekat melampaui karier ayahnya, meski menolak jumawa dan memilih merendah. Ia bilang kehadiran kembali Norwegia di tahun 2026 ini, setelah absen 28 tahun, adalah hal yang menyenangkan. Sama seperti negara-negara besar sepak bola lainnya.
Lebih Pilih Norwegia
Erling Braut Haaland lahir 21 Juli 2000 di Leeds, Yorkshire Barat, Inggris, ketika ayahnya Alf-Inge Haaland bermain untuk Leeds United di Liga Utama Inggris pada saat itu.
Pada usia tiga tahun, ia pindah ke Bryne, kampung halaman orang tuanya di Norwegia. Ia bergabung dengan akademi klub kota asalnya, Bryne FK. Selama musim 2015-16, Håland bermain untuk tim cadangan Bryne FK 2 di mana ia sukses mencetak 18 gol dalam 14 pertandingan.
Meski lahir di Inggris, ia lebih mantap membela Norwegia, negeri asal ayahnya. Alasannya dia tinggal di Inggris hanya sebentar 3-4 tahun saja, selebihnya hingga dewasa dan menikah di Norwegia.
Sejak muda Haaland mewakili Norwegia di berbagai tingkat junior. Pada Piala Dunia U-20 FIFA 2019, ia menyabet Sepatu Emas, mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan. Ia baru bermain untuk tim nasional senior pada September 2019, dan menjadi pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa bagi negaranya.
Oktober tahun 2020 Hålaand menyelesaikan transfernya ke Borussia Dortmund. Bergabung hanya dua tahun ia resmi bergabung dengan Manchester City pada musim 2022/23. Nomor punggungnya 9 dan sebagai pemain tim utama, ia mencetak dua gol atas West Ham United.
Sepanjang musim 2022/2023, Haaland bermain di 35 laga dan mencetak 36 gol sehingga merebut ‘golden boots’. Di Liga Inggris itu Haaland menjadi pemain yang mencetak 3 hattrick tercepat dalam delapan pertandingan. Pada musim yang sama ia membantu Manchester City untuk memenangkan Premier league (liga inggris), FA Cup, dan UEFA Champions League. Haaland selain menjadi Top Score Premier League, juga pernah mencetak 5 gol hanya pada satu pertandingan saat menggulung Red Bull Leipzig 7-0.
Si Peremuk Gawang
Tak seimbang sanjungan kita ke Norwegia jika tanpa menengok hebatnya timnas Asia yang diwakili Jepang dan Korea Selatan. Keduanya pernah menjadi tuan rumah bersama World Cup. Samurai Biru mengukir prestasi tanpa pernah kalah, bahkan sudah menekuk tim-tim raksasa seperti Brasil dan Jerman.
Sedangkan Korsel meremuk Portugal yang diperkuat CR7. Samurai Biru dan Ginseng Korsel pasti tak akan terima jadi penggembira belaka. Kedua negeri ini memiliki karakter mirip. Pantang menyerah, lincah, cepat, rapi, presisi, dan berdisiplin. Banyak pemainnya merumput di klub-klub elite Eropa.
Sederet penyerang timnas Jepang yang paling berbahaya pada tahun 2026 ini Ayase Ueda (Feyenoord), striker utama dan "predator" haus gol dengan kemampuan penyelesaian akhir di atas rata-rata. Ia didukung sayap lincah Kaoru Mitoma (Brighton & Hove Albion), winger dengan kemampuan dribel dan kecepatan tinggi yang sering merobek pertahanan lawan dari sisi sayap.
Berikutnya Daichi Kamada (Crystal Palace), gelandang serang kreatif yang tajam dalam mengatur serangan dan produktif mencetak gol dari lini kedua. Lini depan dipertajam si mungil yang gesit Takefusa Kubo (Real Sociedad), pemain sayap dengan teknik individu tinggi salah satu andalan kreativitas lini depan Jepang. Timnas Jepang di bawah asuhan Hajime Moriyasu, mematenkan formasi 3-4-2-1 yang sangat mengandalkan kecepatan dan kerja sama tim.
Akan halnya Korsel sudah 11 kali berturut-turut sejak 1986. Di tahun 2022 kemarin Korsel lolos ke 16 besar tapi tak lanjut, kalah dari Brasil. Komposisi pemain eks Eropa mereka layak diandalkan seperti Son Heung-min dari Tottenham Hospur, Kim Min-jae dari Bayern, dan Lee Kang-in dari PSG. Mereka inilah yang mampu kalahkan Portugal.
Tak hanya haus gol, barisan predator Asia ini rata-rata mampu menembak keras ke gawang dari jarak di atas 30 meter, dan selalu ‘on target’. Jadi para kiper jangan lengah sedetikpun.
Kini beragam julukan publik sudah disiapkan bagi para penjebol gawang ini. Halaand misalnya telanjur mashur disebut Mesin Penghancur, Mesin Gol Paling Ganas, dan seterusnya. Mari kita beri gelar kepada striker hebat lainnya dari Asia, Australia, atau Afrika dengan Si Peremuk Gawang, Si Pelumat Gol … .
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....