Trio Perkasa: Senegal, Norwegia, Argentina

  • 20 Apr 2026 20:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan


Tjuk Suwarsono (Wartawan)

Penulis: Tjuk Suwarsono (Wartawan)

BAGAIKAN lempeng gempa, Piala Dunia 2026 diramalkan bakal mengirim guncangan baru yang mendebarkan. Timnas Jepang akan menerjang dari belahan Asia. Senegal mengaum dari Afrika, dan Norwegia akan mengamuk Eropa. Sejauh ini belum pernah ada wakil Asia, Afrika, Australia, dan Amerika Utara yang sukses memeluk Piala Jules Rimet. Sepertinya gelar juara semata bergilir antara Eropa dan Amerika Latin.

Menariknya tim-tim elite Eropa justru belum banyak dibahas sebagai ancaman. Raksasa seperti Italia, Prancis, Jerman, Spanyol, Portugal, rata-rata menghadapi mesin gol yang semakin tua, atau gaya bermain yang cenderung monoton. Begitu pun dari Amerika Latin, timnas Brasil, Uruguay, Peru, Kolombia masih sepi komentar. Brasil bahkan dikabarkan batal diperkuat superstar Neymar. Tanpa Neymar, Brasil bisa dikalahkan Jepang.

Argentina tetap favorit sebagai tim paling berbahaya di Amerika Latin, terbukti dengan menjuarai Copa America 2024 kalahkan Kolombia 1-0. Argentina dominan dengan teknik tinggi, serangan berbahaya, dan konsistensi di bawah kepemimpinan Lionel Messi dan pelatih Lionel Scaloni.

Benua Afrika sangat sexy sebagai tempat belanja pemain berbakat, dengan harga dasar terjangkau. Timnas Senegal, berjuluk Lions of Teranga, istimewa karena statusnya sebagai kekuatan utama sepak bola Afrika saat ini, dibuktikan dengan menjuarai Piala Afrika 2021. Mereka memiliki skuad berkualitas Eropa, permainan fisik yang tangguh, serta rekor perempat final Piala Dunia 2002 dan 16 besar Piala Dunia 2022.

Kekuatan Senegal

Belum ada tim dari benua Afrika yang menjuarai Piala Dunia FIFA. Pencapaian tertingginya adalah babak semifinal diraih Maroko pada Piala Dunia 2022 di Qatar, saat mereka finis peringkat keempat. Perempat finalis lainnya: Kamerun (1990), Senegal (2002), dan Ghana (2010). Ghana pernah menjuarai Piala Dunia U-20 pada 2009.

Senegal berhasil meraih gelar juara Piala Afrika untuk pertama kalinya pada 2021 setelah mengalahkan Mesir di final. Meski sering bergantung pada bintang seperti Sadio Mane, tim ini tetap memiliki skuad yang solid dengan banyak pemainnya yang berkompetisi di liga top Eropa.

Senegal punya catatan sejarah baik, berhasil menembus perempat final pada debut mereka di 2002. Dipimpin pelatih Aliou Cisse, tim ini dikenal memiliki pertahanan yang kokoh dan gaya permainan pantang surut menyerang. Senegal juga konsisten menghasilkan bakat-bakat muda berbakat yang mampu bersaing internasional. Namun, tim ini juga sempat didenda terkait kedisiplinan di Piala Dunia 2022.

Senegal di Piala Dunia 2026 kali ini menjadi kekuatan utama Afrika dengan hattrick lolos kualifikasi, diperkuat skuad bertabur bintang bernilai pasar tinggi, seperti Iliman Ndiaye dengan tampil di tiga Piala Dunia berturut-turut (2018, 2022, 2026). Mereka menegaskan dominasi dengan memenangkan Piala Afrika 2025, meskipun kemudian diwarnai kontroversi pencabutan gelar. Senegal mencatat sejarah dengan tampil di tiga Piala Dunia berturut-turut (2018, 2022, 2026).

Mereka menegaskan dominasinya dengan memenangkan Piala Afrika 2025, meskipun diwarnai kontroversi pencabutan gelar. Sederet pemain dengan nilai pasar fantastis adalah Iliman Ndiaye (Everton FC), Nicolas Jackson (Bayern Munich), dan Pape Gueye (Villarreal CF). Dengan skuad emas, Senegal berambisi melampaui capaian perempat final pada tahun 2002. Tim berjuluk ‘Teranga Lions’ yang diasuh pelatih kepala Pape Bouna Thiaw ini berambisi jadi ‘raja sejati’ Afrika.

Tim-tim elite yang pernah dikalahkan Senegal antara lain Prancis (2002). Sebagai debutan, Senegal memukul juara bertahan Prancis 1-0 pada laga pembuka Piala Dunia 2002 melalui gol Papa Bouba Diop. Swedia (2002) dihempaskan 2-1 di babak 16 besar Piala Dunia 2002 melalui golden goal Henri Camara. Tahun 2023 Senegal menggulung Brasil 4-2, di mana Sadio Mane mencetak dua gol.

Pada 2026 dalam final dramatis dan kontroversial, Senegal mengalahkan Maroko 1-0 di final AFCON untuk meraih gelar. Senegal juga pernah menang melawan Peru (2-0) dan Bolivia (2-0). Sadio Mané masih akan bermain di Piala Dunia 2026 sebelum pensiun. Mané masih menunjukkan kelasnya di Piala Afrika 2025, dan membantu Senegal lolos ke Piala Dunia 2026. Mané bermain untuk klub Arab Saudi, Al-Nassr.

Generasi Emas Norwegia

Siapa tim paling berbahaya di Eropa? Pelatih Timnas Senegal Pape Thiaw memuji kualitas Norwegia yang akan menjadi lawan mereka di fase grup Piala Dunia 2026. Menurut dia, Erling Haaland dkk adalah skuad terbaik di Eropa saat ini. Senegal tergabung di Grup I Piala Dunia 2026 bersama Prancis, Norwegia, dan salah satu dari Irak atau Bolivia. Mereka akan menghadapi Prancis lebih dulu pada 16 Juni sebelum bertemu Norwegia enam hari kemudian.

Meski ada Prancis yang merupakan juara edisi 2018 dan runner-up 2022, Thiaw menilai Norwegia-lah yang paling mengerikan saat ini. Meski baru kembali ke Piala Dunia setelah 28 tahun absen, pasukan Stale Solbakken itu memiliki kualitas elite. Sederet pemain internasional yang mereka miliki membuatnya tim yang luar biasa. Norwegia tim terbaik di Eropa, berada di level tinggi, meskipun kalah di pertandingan terakhir (1-2 dari Belanda) tanpa dua bintang mereka Haaland dan Martin Odegaard.

Timnas Norwegia 2026 adalah "Generasi Emas" yang bangkit dipimpin Erling Haaland (16 gol kualifikasi) dan Martin Odegaard, memastikan tempat di Piala Dunia pertama mereka sejak 1998. Kekuatan utama mereka terletak pada serangan mematikan, fisik tangguh, dan taktik dinamis pelatih Ståle Solbakken, menjadikannya kuda hitam berbahaya di 2026.

Norwegia dianugerahi Generasi Emas dan trio Raksasa di deretan penyerang bertubuh jangkung 193 sentimeter, yaitu Erling Haaland, Alexander Sorloth, dan Jørgen Strand Larsen. Haaland sangat fenomenal mampu mencetak 16 gol dari delapan pertandingan selama kualifikasi, menjadikannya ujung tombak paling ditakuti. Di lapangan tengah, Odegaard menjadi motor penggerak serangan.

Pelatih Norwegia, Stale Solbakken pun menjanjikan gaya permainan lebih agresif, memadukan ketangguhan fisik Skandinavia dengan sepak bola modern yang menyerang.

Norwegia sudah membuktikannya dengan menyapu bersih kemenangan di Grup I, mencetak 33 gol, dan hanya kebobolan sedikit gol, bahkan mengungguli Italia di klasemen. Tim ini memiliki pertahanan solid, unggul duel bola udara dan sergapan cepat.

Senegal, Norwegia, Argentina seakan sedang mengirim amplitudo kepada publik sepak bola sejagat. Bersiaplah menghadapi guncangan dan kejutan Piala Dunia 2026, yang bisa membuat Anda berjingkrak atau termehek.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....