NEGARA-NEGARA Teluk mulai merasakan dampak serangan balasan Iran. Rudal dan drone Iran menyasar ke pangkalan AS dan infrastruktur. Uni Emirat Arab (UEA) yang diserang wilayah Abu Dhabi dan Dubai. Arab Saudi diserang kilang minyak Aramco.
Qatar terkena pangkalan AS di Al Udeid, Doha. Bahrain juga terserang di pangkalan laut AS dan fasilitas energi. Di Kuwait, pangkalan AS, termasuk Camp Arifjan, dan pangkalan di Kurdistan juga diserang. Berikutnya Yordania dan Oman pun masuk target serangan Iran.
Dampak regional juga dirasakan pangkalan militer Inggris di Siprus. Lebih luas, ekonomi global pun terdampak atas melonjaknya harga minyak Brent di atas USD100 per barel akibat penutupan Selat Hormuz. Negara Teluk kini berupaya melakukan langkah diplomatik darurat guna mencegah wilayah mereka berubah menjadi medan perang permanen.
Jauh dari Teluk, Tailan (Thailand) bergegas mengurangi konsumsi BBM dan energi per Maret 2026, termasuk mewajibkan WFH bagi aparatur Negara, membatasi perjalanan dinas, membatasi AC kantor dan rumah tangga. Mendorong penggunaan tangga daripada lift dan mematikan lampu yang tidak perlu. Akan membatasi jam kerja SPBU dari pukul 22.00 hingga 06.00 jika krisis memburuk.
Vietnam pun mengambil langkah fiskal dan administratif. Dilaporkan AFP, Vietnam terdampak signifikan pasokan energinya sejak konflik Iran. Kebergantungan pada impor energi dari Timur Tengah membuat Vietnam rentan terhadap fluktuasi harga dan pasokan.
Rakyatnya diminta batasi kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum, bersepeda, atau berbagi kendaraan. Antrean panjang mobil dan sepeda motor terlihat di sejumlah pompa bensin Hanoi. Sedangkan Filipina yang mengimpor hampir seluruh kebutuhan minyaknya, memberlakukan sistem kerja empat hari seminggu untuk kantor-kantor.
Belum Genting
Hingga Kamis 12 Maret 2026 ini Indonesia belum menunjukkan reaksi kegentingan. Harga minyak mentah dunia dikabarkan sudah tembus 110-113 dolar AS/barel, jauh melebihi asumsi APBN 2026 sebesar USD70 dolar per barel. Dilaporkan Bloomberg Technoz, prediksi subsidi dan kompensasi energi yang dipatok dalam APBN 2026 senilai Rp 381,3 triliun bakal melebar hingga Rp 150 triliun.
Mengutip Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, setiap kenaikan satu dollar/barel setara tambahan beban Rp 10 triliun di APBN, meski ada tambahan penerimaan Rp3 triliun. Subsidi akan bengkak Rp 150 triliun setahun, sehingga total subsidi mendekati Rp 469 triliun. Kontraksi harga bbm bisa dipastikan akan menggoyang berbagai harga kebutuhan primer masyarakat.
Per Maret 2026, harga minyak Brent berada di kisaran 91 dolar/barel, sementara harga minyak mentah lainnya masih berfluktuasi tinggi. Sekarang ini negara dengan harga BBM tertinggi antara lain Hong Kong, Singapura, dan negara Eropa berkisar Rp 30.000-Rp 50.000 per liter. Harga BBM Indonesia per awal Maret 2026 (diperkirakan sampai Lebaran nanti) bertahan Pertalite Rp 10.000, solar subsidi Rp 6.800, Pertamax Rp12.300.
World Magazine membandingkan harga bensin di berbagai negara dalam satuan dolar. Harga bensin memainkan peran krusial dalam perekonomian global. Negara-negara kaya umumnya memiliki harga bensin lebih tinggi. Negara kurang makmur cenderung memiliki harga lebih rendah. Iran menjadi negara dengan harga bensin paling murah sejak 2024, yakni hanya 0,029 dolar per liter atau sekitar Rp 497 (Kurs Rp16.580).
Kedua termurah Libya 0,031 dolar atau sekitar Rp 497 per liter. Di kelompok Afrika lainnya, Aljazair juga memiliki harga bensin termurah dengan 0,342 dolar atau sekitar Rp 5.638. Di wilayah Asia Tenggara, Malaysia menjadi satu-satunya negara yang masuk 10 besar negara dengan harga bensin paling murah, hanya 0,446 dolar atau sekitar Rp 7.462.
Ada 10 negara dengan harga bensin termurah, adalah Iran, Libya, Venezuela, Aljazair, Kuwait, Angola, Mesir, Turkmenistan, Malaysia, dan Bahrain. Indonesia menempati peringkat 29 dari 168 negara untuk harga bensin termurah, mencapai 0,874 dolar atau sekitar Rp 14.427 perliter. Namun harga ini bisa berubah seiring waktu. Laporan Global Petrol Prices, harga bensin di Indonesia sempat turun sekitar Rp 12.769 per 15 September 2025. Untuk kategori Pertamax berkisar antara Rp 12.200-Rp 13.850 per liter.
Harga BBM Terbaru
Selain produk diesel premium, Pertamina juga menetapkan harga baru untuk seluruh lini produknya, baik yang bersubsidi maupun non subsidi. Harga BBM Pertamina terbaru yang berlaku efektif per Maret 2026 untuk wilayah Jawa dan sekitarnya:
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
- Solar subsidi (BioSolar): Rp6.800 per liter
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.100 per liter
- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp12.900 per liter
- Dexlite (CN 51): Rp14.200 per liter
- Pertamina Dex (CN 53): Rp14.500 per liter
Kenaikan harga terjadi pada Dex dan Pertamax menyesuaikan dengan biaya yang meningkat di tingkat internasional. Keseragaman harga secara nasional hanya berlaku pada jenis bersubsidi pertalite dan biosolar. Namun, untuk jenis bahan bakar umum atau non subsidi, harga bisa berbeda antarprovinsi di Indonesia.
Termahal di Sumatra Barat, Riau, dan Kalimantan Selatan-Utara yakni Rp 15.100 perliter. DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur: Rp14.500 per liter. Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung: Rp14.800 per liter. Papua Barat, Papua Barat Daya: Rp14.800 per liter. Kawasan Perdagangan Bebas (FTZ) Batam: Rp13.800 per liter.
Meski pemerintah belum resmi mengumumkan kegentingan akibat krisis Teluk, toh menjelang Lebaran Idulfitri berbagai harga di pasar dan toko sudah melenting. Gejolak minyak pasti akan berimbas luas. Seberapa kuat APBN kita menahannya, dan seberapa tahan rakyat menghadapinya.

Penulis: Tjuk Suwarsono (Wartawan)