Siapa Saja yang Berhak Terima Angpao? Simak Penjelasannya

  • 10 Feb 2026 12:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

‎RRI.CO.ID, Jakarta – Tradisi pemberian angpao menjadi salah satu ciri khas perayaan Tahun Baru Imlek di masyarakat Tionghoa. Namun, tidak semua orang berhak menerima angpao, terutama mereka yang telah menikah.

‎Dalam tradisi Tionghoa, angpao umumnya diberikan kepada generasi yang lebih muda seperti anak-anak atau anggota keluarga belum menikah. Aturan ini kerap menimbulkan pertanyaan, khususnya bagi pasangan muda yang baru memasuki kehidupan pernikahan.

‎Pemberian angpao tidak sekadar bermakna materi semata. Angpao dipandang sebagai simbol doa, harapan keberuntungan, kebahagiaan, serta kesejahteraan di tahun yang baru.

‎Seseorang yang telah menikah dianggap memasuki fase kehidupan lebih stabil dan mandiri secara ekonomi. Karena itu, mereka dipandang tidak lagi memerlukan angpao sebagai simbol berkah.

‎Tradisi ini juga berkaitan dengan pembagian peran dan tanggung jawab dalam keluarga besar Tionghoa. Pasangan yang telah menikah memiliki kewajiban moral untuk memberikan angpao kepada generasi lebih muda.

‎Pemberian angpao dari yang lebih tua kepada yang lebih muda mencerminkan nilai hierarki dan kebersamaan keluarga. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan hubungan antargenerasi.

‎Meski tidak lagi menerima angpao, orang dewasa yang telah menikah tetap berperan aktif dalam tradisi Imlek. Mereka memberikan angpao kepada anak, keponakan, atau kerabat keluarga yang belum menikah.

‎Tradisi tersebut melambangkan harapan agar berkah dan rezeki terus mengalir kepada generasi berikutnya. Angpao juga menjadi sarana mempererat ikatan kekeluargaan saat perayaan Imlek berlangsung.

‎Secara keseluruhan, aturan tidak menerima angpao bagi orang menikah merupakan bagian dari filosofi budaya Tionghoa. Filosofi ini menekankan kesinambungan berkat, tanggung jawab, serta kemakmuran dalam kehidupan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....