Makna dari Larangan Menyapu Rumah Saat Imlek

  • 07 Feb 2026 11:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Imlek merupakan perayaan penting yang dinantikan masyarakat Tionghoa sebagai penanda pergantian tahun baru berdasarkan kalender Lunar. Perayaan ini memiliki makna budaya mendalam dan dipercaya membawa harapan baru, keberuntungan, serta kesejahteraan.

Selain dipenuhi tradisi, perayaan Imlek juga diiringi sejumlah pantangan yang diyakini perlu dihindari oleh masyarakat Tionghoa. Salah satu pantangan yang paling dikenal adalah larangan menyapu rumah selama perayaan Imlek berlangsung.

Larangan menyapu saat Imlek kerap menimbulkan pertanyaan mengenai alasan di balik kepercayaan tersebut. Pantangan ini diyakini berkaitan erat dengan makna simbolis mengenai rezeki dan keberuntungan.

Dilansir dari Jurnal Universitas Indonesia berjudul ‘Makna dan Tradisi Perayaan Tahun Baru Imlek Dewasa Ini’, larangan menyapu memiliki makna filosofis tersendiri. Menyapu rumah saat Imlek dipercaya dapat menghilangkan rezeki serta keberuntungan yang baru saja datang.

Senada dengan itu, dilansir dari Jurnal Universitas Lampung, larangan menyapu rumah umumnya berlaku sejak hari pertama Imlek hingga dua hari berikutnya. Oleh karena itu, masyarakat cenderung membersihkan rumah sehari sebelum Imlek untuk menghindari pantangan tersebut.

Membersihkan rumah sebelum Imlek juga dipercaya dapat mengusir kesialan yang mungkin terjadi sepanjang tahun sebelumnya. Dengan demikian, rumah dianggap siap menerima keberuntungan di awal tahun baru.

Selain larangan menyapu, terdapat pantangan lain yang harus diperhatikan selama perayaan Imlek berlangsung. Pantangan tersebut meliputi larangan menangis, marah, keramas, serta menggunakan benda tajam pada hari pertama Imlek.

Pantangan lain juga mencakup larangan mengenakan pakaian hitam atau putih yang identik dengan suasana duka. Warna tersebut dihindari karena Imlek dimaknai sebagai perayaan penuh kegembiraan dan harapan baik.

Selain itu, masyarakat dianjurkan menghindari merusak barang serta memiliki utang saat Imlek tiba. Pantangan ini dijalankan sebagai simbol harapan agar kehidupan sepanjang tahun berjalan lancar dan penuh keberuntungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....