AKHIRNYA perjuangan di SEA Games 2025 Thailand menghasilkan total 333 medali terdiri 91 emas, 112 perak dan 130 perunggu. Ini sudah melampaui target 80 emas, dan raihan emas terbanyak ketiga yang dibawa pulang kontingen Indonesia ketika tidak menjadi tuan rumah sejak gelaran SEA Games 1977.
Prestasi terbaik diukir saat SEA Games Kuala Lumpur 1989 dengan 102 emas, diikuti prestasi di Manila 1991 dengan 92 emas. Sejak Singapura 1993, kita tidak pernah lagi berhasil membawa pulang lebih dari 88 emas. Di Kamboja 1995 kita pun hanya mendekati dengan jumlah 87 emas.
Pulang dari Thailand kita diguyur rasa bangga. Hasil 91 emas dianggap sudah menunjukkan kekuatan kita untuk menatap sukan lebih besar, Asian Games 2026.
Kontingen Merah Putih pernah termehek di posisi lima Kuala Lumpur 2017 dengan hanya 38 emas, terendah sejak SEA Games pertama kali digelar 1977.
Kita terlempar di bawah Thailand, Vietnam, Singapura, dan tuan rumah Malaysia. Begitulah setiap tampil di SEA Games ketika kita bukan tuan rumah masih menjadi tantangan berat. Sejak SEA Games Singapura 1993, kita tidak pernah lagi meraih lebih 88 emas.
Menuju Sukan Asian
Sepulang menikmati bonus Rp1 miliar untuk setiap medali emas, para atlet dihadapkan pada Asian Games 2026. Harus dilakukan evaluasi ketat untuk memetakan cabang olahraga apa saja yang paling kompetitif di pentas Asia. Waktu persiapan kurang sembilan bulan.
Tengoklah prestasi di Asian Games 2022 Hangzhou, Indonesia baru mampu finis di posisi 13 dengan raihan 36 medali terdiri 7 medali emas, 11 perak, dan 18 perunggu.
Medali emas terakhir yang sensasional disumbangkan cabang perahu naga nomor 1.000 meter putra. Kita mengungguli tuan rumah China, dengan selisih tipis 0,047 detik. Ini disusul medali perak nomor perahu naga 1.000 meter putri.
Gelar raksasa Asia masih dikuasai China dengan prestasi emas jauh melampaui Jepang dan Korea Selatan. Berstatus tuan rumah, China total mendulang 383 medali, dengan rincian 201 medali emas, 111 perak, dan 71 perunggu.
Ia negara pertama yang berhasil mengumpulkan 201 medali emas dalam satu edisi Asian Games. Sebelum itu koleksi 199 medali emas dicapai di Asian Games Guangzhou 2010.
Bayangkan peringkat kedua klasemen medali Asian Games 2022 diisi Jepang dengan hanya 52 medali emas, 67 perak, dan 69 perunggu. Disusul Korea Selatan dengan 42 medali emas, 59 perak, dan 89 perunggu.
Berikutnya posisi 4 sampai 10 dicapai India, Uzbekistan, Chinese Taipei, Iran, Thailand, Bahrain, Korea Utara. Thailand dengan 12 emas, terbukti masih teratas di Asia Tenggara.
Prestasi Terbaik
Saat pertama kalinya Asian Games digelar bersamaan di dua kota Jakarta dan Palembang, kita mencatat prestasi terbaik dengan berada pada posisi keempat di antara 45 negara. Tiongkok memimpin perolehan medali terbanyak untuk ke-10 kalinya berturut-turut. Korea Utara dan Korea Selatan berada di bawah Bendera Penyatuan Korea, dan untuk pertama kalinya, berkompetisi sebagai tim bersatu dalam beberapa nomor pertandingan.
Mereka juga memenangi satu dan medali emas pertama sebagai tim yang bersatu. Dalam ajang olahraga ini terukir 6 rekor dunia, 18 rekor Asia, dan pecahnya 86 rekor Pesta Olahraga Asia.
Catatan terbaik prestasi Indonesia terjadi jauh sebelumnya yakni 56 tahun lalu di Jakarta. Di ajang Asian Games tahun 1962 itu kita mampu mengumpulkan total 51 medali dengan 11 medali emas.
Pencapaian itu meningkat di Asian Games 2018. Ini sejarah baru tertinggi prestasi olahraga Indonesia selama keikutsertaan Indonesia di Asian Games, dengan raihan total 98 medali terdiri 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu.
Paling menggembirakan target minimal 16 medali emas terlampaui dan sukses berada di peringkat 10 besar Asian Games 2018. Sebanyak 9 dari 31 emas itu berasal dari cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade (Olympic Sports), dan 22 emas dari cabang Non-Olympic Sports.
Dari Pencak Silat diraih 14 dari 16 medali emas yang diperebutkan. Indonesia berjuang agar Pencak Silat dapat dipertandingkan di Oimpiade, dan menjadi cabang eksebisi pada Olimpiade 2020 Tokyo.
Di Jakarta tercipta pertandingan final sesama Indonesia pada panjat tebing nomor speed relay putra-putri dan bulutangkis ganda putra. Kita juga mengakhiri puasa emas pada sejumlah cabang-cabang Olympic Sports seperti tenis, karate dan angkat besi. Pada cabang olahraga Non-Olympic Sports, sepak takraw juga mengakhiri puasa emas.
Berjaya Dipuja
Guyuran bonus terkesan melimpah bagi peraih emas Asian Games senilai Rp1,5 miliar. Peraih Medali Emas untuk Pasangan/Ganda sebesar Rp1 miliar per-orang, emas beregu Rp750 juta per-orang. Peraih perak perseorangan Rp500 juta, perak untuk ganda Rp400 juta per orang, dan perak beregu Rp300 juta per orang.
Pemerintah juga memberikan bonus kepada pelatih dan asisten pelatih. Pelatih perseorangan/ganda mendapatkan Rp450 juta untuk emas, Rp150 juta untuk perak, dan Rp75 juta untuk perunggu. Sementara asisten pelatih perorangan/ganda mendapatkan Rp300 juta untuk emas.
Bahkan selain uang, bonus tambahan kepada atlet berupa pengangkatan status sebagai pegawai negeri dan bonus rumah bagi setiap peraih medali.
Bonus tak hanya berfungsi sebagai tonikum semangat. Bonus adalah penghargaan terhadap segala tetesan keringat, pengorbanan waktu, disiplin keras, dan kepastian masa depan para pejuang olahraga. Jangan sampai kita perlakukan atlet ‘saat berjaya dipuja, saat terpuruk ditimpuk... .

Penulis: Tjuk Suwarsono (Wartawan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....