Felly Runtuwene: Anggaran Kemendukbangga/BKKBN 2026 dipangkas

  • 12 Okt 2025 23:52 WIB
  •  Talaud

KBRN, Manado: Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menyoroti penurunan anggaran Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) RI tahun 2026 serta masih tingginya tantangan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di Sulawesi Utara, terutama terkait stunting, rumah layak huni, dan air bersih.

Dalam pertemuan bersama jajaran Kemendukbangga/BKKBN di Manado, Felly mengungkapkan bahwa saat ini angka permasalahan masih cukup tinggi, dengan sekitar 19 persen target program yang belum tercapai secara nasional.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama, bukan hanya pemerintah pusat atau daerah. Program yang dibuat tidak akan berarti kalau tidak mendapat dukungan masyarakat,” ucap Felly.

Felly menjelaskan, anggaran BKKBN tahun 2025 tercatat sebesar Rp3,853 triliun lebih, namun pada tahun 2026 akan mengalami penurunan sekitar Rp215 miliar lebih.

Penurunan ini menurutnya menjadi perhatian serius, mengingat masih banyak program prioritas yang membutuhkan dukungan dana besar.

“Tahun ini saja kementerian masih kesulitan memaksimalkan anggaran. Kalau nanti turun sekitar dua ratus miliar, tentu akan lebih berat,” ujarnya (10/10/2025).

Khusus untuk Sulawesi Utara, Felly menyebut masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Berdasarkan data Kementerian Pembangunan Keluarga, kebutuhan nutrisi di Sulut masih dialami oleh 4.391 keluarga, kebutuhan rumah layak huni sebanyak 517 unit, dan akses air bersih masih menjadi tantangan terbesar dengan 12.717 rumah belum terlayani.

“Angka ini sebenarnya tidak terlalu besar untuk ukuran Sulawesi Utara. Kalau pemerintah daerah duduk bersama dengan DPR dan semua pihak, kita bisa mencari solusi bersama,” kata Felly.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota, mengingat semangat otonomi daerah memberi kewenangan bagi masing-masing daerah untuk mengelola pembangunan masyarakatnya.

“Persoalan stunting, air bersih, dan rumah layak huni ini saling berkaitan. Karena itu, dibutuhkan koordinasi lintas sektor dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Selain dukungan dari pemerintah, Felly juga mendorong peran aktif perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk ikut membantu menekan angka stunting di 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara.

Ia juga menyinggung pentingnya program “Orang Tua Asuh” untuk membantu pemenuhan kebutuhan anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Felly turut mengapresiasi adanya bantuan dari Mekanisme Bantuan Gizi (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita di seluruh Indonesia dengan total anggaran mencapai Rp24 triliun. Ia berharap program ini juga menyentuh masyarakat Sulawesi Utara secara merata.

Di akhir penyampaiannya, Felly mengatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan bantuan bagi masyarakat Sulut, baik melalui program perumahan, pendidikan, maupun sosial.

“Setiap tahun saya berupaya membawa ratusan bantuan rumah sederhana, juga beasiswa bagi anak-anak Indonesia. Saya ingin setiap keluarga di Sulawesi Utara memiliki tempat tinggal yang layak dan masa depan yang lebih baik,” katanya mengakhiri.

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;}

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....